Sekadar informasi, penutupan sebagian ruas Jalan DI Panjaitan mulai dari segmen Simpang Ngemplak (Gilingan) hingga Simpang Banjarsari itu dilakukan sejak November 2021. Penutupan ruas jalan tersebut dilakukan guna menunjang pembangunan infrastruktur jembatan dalam bentuk overpass di kawasan tersebut. Setelah melalui proses pengujian kekuatan jembatan dan sebagainya, ruas jalan tersebut kembali dibuka dan mulai dilintasi berbagai jenis kendaraan.
”Kami buka sejak pukul 10.00 WIB (21/4). Dari hasil simulasi, ruas jalan ini sudah layak dibuka kembali untuk umum. Tetapi selama tiga hari kedepan, kami akan mengumpulkan data perilaku pengendara sebagai bahan evaluasi dan koordinasi lanjutan,” ucap Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Mudo Prayitno.
Sebelum ruas jalan itu kembali dibuka, sejumlah simpang di sekitar terpantau padat lalu lintasnya. Antrean panjang kendaraan biasa terlihat di Simpang Lima Balapan, Simpang Tiga Gilingan, Simpang Empat Ngemplak, dan Simpang Tiga Ringin Semar. Pemkot berharap pembukaan kembali ruas Jalan (overpass) DI Panjaitan itu bisa mengurangi beban kepadatan di sejumlah simpang dan ruas jalan tersebut.
”Dioperasionalkannya kembali overpass ini bisa mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah persimpangan terdekat. Kami harap beban lalu lintas di Simpang Tiga Gilingan, Proliman Balapan, Simpang Empat Ngemplak, dan Simpang Monginsidi atau Ringin Semar bisa berkurang," paparnya.
Sekalipun sudah berstatus operasional, Overpass Jalan DI Panjaitan itu perlu dilengkapi dengan paku markah dan lampu penerangan jalan umum (PJU). Ini penting mengingat ketinggian overpass yang baru saja direhab itu lebih tinggi dari kondisi overpass yang sebelumnya.
”Kami sudah minta kontraktor untuk memasang karena saat malam hari akan cukup gelap. Selain itu pengaruh perbedaan ketinggian membuat jarak pandang pengendara sedikit berkurang. Makanya pemasangan paku marka, lampu dan rambu-rambu bisa membantu mereka melintasi overpass dengan lebih aman,” imbuh Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta Joko Supriyanto.
Infrastruktur jembatan yang berusaha direhab dengan anggaran dari Kementerian Perhubungan itu masih dalam masa pemeliharaan. Oleh sebab itu perbaikan kerusakan hingga penambahan beberapa hal penunjang masih menjadi tanggung jawab kontraktor hingga enam bulan kedepan.
”Ini sesuai rencana awal bahkan lebih cepat karena perdiksi awal baru rampung di 15 Mei. Terkait permintaan pemasangan lampu dan marka akan kami usahakan,” beber Tim Teknis Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Sigit Purnomo. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram