Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Senin (16/5), beberapa kios sudah kosong. "Sudah separo yang dibongkar. Yang separonya paling besok rampung. Masih ada waktu dua hari lagi,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Selter Manahan Gotong Royong Koko Kuncoro.
Menurutnya, jumlah PKL di Selter Manahan sebanyak 132 orang. Mereka pindah tempat berdagang untuk enam bulan ke depan atau menunggu revitalisasi selter rampung.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menerangkan, revitalisasi Selter Manahan merupakan program 10 Titik Prioritas Pembangunan Kota Solo.
Selter Manahan yang dulunya mengelilingi Stadion Manahan dari sisi timur hingga barat, bakal dijadikan satu lokasi di sisi barat Stadion Manahan atau Jalan KS Tubun.
"Selter Manahan akan berkonsep seperti food court. Berdampingan dengan jogging track Stadion Manahan dan area parkir. Dengan begitu, Selter Manahan sebagai ruang publik lebih tertata, modern, dan nyaman untuk aktivitas olahraga," bebernya.
Gibran optimistis, revitalisasi Selter Manahan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Layaknya progam prioritas lainnya, yakni pembangunan Masjid Raya Al Zayed, Islamic Center, revitalisasi Solo Technopark, Ngarsopuro dan koridor Gatot Subroto.
Berlanjut revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug, Lokananta, Taman Balekambang, serta Sentra industri kecil menengah (IKM) Mebel Gilingan.
"Ini bukan berarti program di tempat lain tidak kami upayakan. Pokoknya sepuluh yang prioritas, tapi ada puluhan lain juga. Memang tidak saya tonjolkan," terang Wali Kota. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram