Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tampak Kumuh, Puluhan PKL Benteng Vastenburg Bakal Ditertibkan

Damianus Bram • Jumat, 20 Mei 2022 | 05:20 WIB
PENATAAN: Suasana depan Benteng Vastenburg belum lama ini. Pemkot bakal menertibkan puluhan PKL yang ada di kawasan bangunan cagar budaya ini. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
PENATAAN: Suasana depan Benteng Vastenburg belum lama ini. Pemkot bakal menertibkan puluhan PKL yang ada di kawasan bangunan cagar budaya ini. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
SOLO - Keberadaan pedagang kali lima (PKL) yang ada di sekitar Benteng Vastenburg bakal ditertibkan dalam waktu dekat. PKL yang tidak tertib aturan dan meninggalkan kesan kumuh pada kawasan BCB (Bangunan Cagar Budaya) menjadi alasan utama Pemkot Surakarta untuk segera turun tangan.

Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan mengatakan, penertiban tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dan masih dalam tahap koordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta selaku leading sektor pembinaan PKL di Kota Solo.

Penataan pkl di kawawan Benteng Vastenburg itu perlu dilakukan lantaran keberadaan 63 PKL di lokasi tersebut mulai memberikan kesan kumuh bagi kawasan BCB tersebut.

"Pertama melanggar perda Cagar Budaya, alasan lainnya karena memberikan kesan kumuh karena gerobak dagangan mereka ditinggal di area itu. Padahal sesuai aturan PKL harus datang bersih pulang bersih. Namun faktanya gerobak ditinggal disana dan tidak tertata," kata dia, Kamis (19/5) siang.

Untuk sementara ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Disdag terkait rencana penertiban. Sembari menunggu itu pihaknya merasa perlu mempublikasikan rencana penertiban tersebut agar pedagang setempat bisa bersiap.

"Paling tidak kami sosialisasikan dulu sambil nunggu kebijakan dari Dinas Perdagangan seperti apa. Seharusnya steril karena di situ cagar budaya. Kalau pun ada pedagang harus sesuai dengan perda, teko resik mulih resik," tegas Arif.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi mendukung upaya penertiban tersebut. Ia tak menampik keberadaan PKL itu memang makin banyak dan kurang patuh aturan karena meninggalkan gerobang dagangan di lokasi. "Dulu sebetulnya pedagang disana akan dipusatkan di satu kawasan, tapi batal karena jenis dagangannya sama. Ya kami mendukung upaya penertiban ini," kata dia.

Menurutnya Satpol PP bisa langsung ambil tindakan jika ada yang menyalahi aturan. Misalnya dengan mengamankan gerobak yang ditinggal pedagang atau langsung mengamankan gerobak yang ditinggal dan tidak terpakai untuk jualan. "Intinya memang harus ditata, harus disterilkan karena itu wajah kota," tegas Heru.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa menambahkan, penertiban pedagang di sekitar Benteng Vastenburg itu dilakukan untuk memastikan ruang terbuka selalu dalam kondisi terbaiknya. Artinya selalu bersih dan sesuai peruntukanya.

"Kalau dari awal sudah dimulai kan tidak menumpuk seperti di Beteng Vastenburg. Untuk nyariin tempat buat pedagang juga nggak mungkin karena tempat terbatas. Jadi harus ditata," tegas Teguh. (ves/dam) Editor : Damianus Bram
#Penertiban PKL #Satpol PP Kota Surakarta #Penertiban PKL Benteng Vastenburg #PKL Benteng Vastenburg #Disdag Kota Surakarta