Berdasarkan time line pekerjaan proyek rehabilitasi Jembatan Jurug B, persiapan perbaikan jembatan akan dimulai sejak 1 September. Dalam satu bulan itu pihak kontraktor akan mulai mempersiapkan berbagai hal seperti mobilisasi alat pembongkaran hingga pengecoran median jalan guna pengalihan lalu lintas dan penataan utilitas di lokasi itu.
"Iya benar, rehabilitasi Jembatan Jurug B digarap mulai September tahun ini sampai Desember tahun depan," kata Wangga Nugrahtama, staf Direktorat Jembatan, Ditjen Binamarga, Kementerian PUPR dihubungi via telepon Rabu (29/6) malam.
Setelah persiapan rampung, proses kontruksinya mulai dikerjakan pada 1 Oktober 2022 hingga 17 Januari 2023. Mulai dari pembongkaran aspal, lantai beton, rangka jembatan, hingga jembatan eksistingnya. Rehabilitasi jembatan itu kemudian dilanjutkan dengan proses pengerjaan konstrukai jembatan baru sebagai pengganti Jembatan Jurug B. Tahap ini diperkirakan mulai digarap 17 Januari hingga 2 Desember 2023.
"Sampai ini belum ada penunjukkan PPK (pejabat pembuat komitmen). Jadi saya belum bisa banyak memberi keterangan. Yang pasti pengerjaannya multiyears sampai akhir 2023," imbuh Wangga.
Dengan adanya kepastian pengerjaan ini Pemerintah Kota Surakarta mulai bisa menyusun langkah. Sebab, perbaikan jembatan itu tentu akan dibarengi dengan rekayasa lalu lintas.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Joko Supriyanto mengatakan, kepastian proyek ini setelah dilakukan beberapa kali koordinasi. Baik dengan kementerian terkait, kontraktor, dan lainnya.
“Dari pusat bisa menunda pelaksanaan rehabilitasi Jembatan Jurug B. Di waktu bersamaan kami upayakan memperpendek waktu pengerjaan Jembatan Mojo agar bisa rampung November," ujarnya. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram