Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dispora Petakan Jalur Evakuasi Stadion Manahan untuk Laporan FIFA

Damianus Bram • Minggu, 9 Oktober 2022 | 17:41 WIB
TERTIB: Anggota Polresta Surakarta berinteraksi dengan penonton sepak bola yang antre untuk masuk ke Stadion Manahan belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
TERTIB: Anggota Polresta Surakarta berinteraksi dengan penonton sepak bola yang antre untuk masuk ke Stadion Manahan belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Organisasi sepak bola internasional FIFA meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta menyiapkan akses evakuasi penonton ketika terjadi kondisi force majeure di Stadion Manahan.

Itu diungkapkan Kabid Olahraga Pendidikan dan Sarana Prasarana Dispora Surakarta A. Satmaka Nugraha. “Intinya kami sedang persiapkan peta jalurnya dan penandanya. Nanti bagaimana jalur evakuasi, exit-nya. Kemudian titik kumpulnya di mana. Ini yang sedang kami rancang. Sebelum penanda tersebut dipasang, akan kami kirimkan ke FIFA. Itu sudah sesuai standar mereka atau belum,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (7/10).

Diketahui, di Stadion Manahn terdapat empat pintu besar yang dibedakan dengan warna merah, hijau, biru, dan kuning. Masing-masing pintu memiliki lebar 17 meter.

“Selain empat pintu besar, ada satu gate untuk akses pemain. Sejatinya Stadion Manahan sudah punya penanda. Namun, ternyata kami membutuhkan gambar yang lebih detail untuk menambah penanda-penanda,” tutur Satmaka.

Mendukung kelancaran Piala Dunia U20 tahun depan, saat ini stadion seluas 110x90 meter persegi ini sedang direnovasi agar sesuai standar FIFA.

“Ada catatan dari FIFA. Ini hal wajar. Kami juga harus mengikuti perkembangan. Setiap tahun FIFA merevisi regulasinya. Ini ilmu baru untuk mengelola stadion agar lebih baik. Ilmu ini akan diterapkan ke semua venue yang ditangani Dispora,” bebernya.

Untuk ketersediaan ruangan penanganan force majeure di stadion dengan kapasitas 20.003 seat ini, Satmaka mengatakan relatif mencukupi. Di antaranya ruang P3K didukung ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran yang selalu siaga.

Berkaca pada tragedi Kanjuruhan dengan banyaknya penonton yang menaiki pagar untuk masuk lapangan, fenomena tersebut menjadi catatan. Menurut Satmaka, sesuai arahan FIFA, pagar yang dipasang terlalu tinggi akan menganggu pandangan penonton.

“Nanti kami menunggu arahan lebih lanjut terkait hal itu. Mungkin keamanan dan kenyamanan agak kurang sinkron,” kata dia.

Terkait masukan Polresta Surakarta untuk menambah lampu penerangan di lokasi parkir dan titik lainnya, Satmaka menjelaskan, masih menunggu alokasi anggaran.

Bagaimana dengan keramahan stadion untuk anak-anak dan perempuan? Satmaka mengklaim sudah terjaga dengan baik. Di antaranya larangan merokok di dalam stadion. “Stadion juga ramah terhadap difabel. Ada akses, toilet, dan space khusus teman-teman difabel,” ucapnya.

Selain Stadion Manahan, ada pula Stadion Sriwedari dengan luas 105x68 meter persegi. Fasilitas ini menjadi sejarah digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) I 1948.

Akses masuknya terdiri dari empat gerbang dengan pintu besi dengan tinggi sekitar empat meter. Terdapat satu pintu lain di sisi timur, namun aksesnya kurang lancar karena ada proyek pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta. (nis/wa) Editor : Damianus Bram
#stadion manahan #Penerangan Stadion Manahan #FIFA #Dispora Surakarta #akses evakuasi penonton