Sejatinya, jamaah bisa menginap di area dalam Masjid Riyadh mulai 12 hingga 16 November. Namun, jumlah tamu diperkirakan mencapai puluhan ribu. Tentu ini di luar kapasitas masjid. Tak mungkin semua jamaah bisa ditampung.
“Kalau hari ini (10/11) belum ada yang menginap di masjid. Mungkin mulai 12 atau 13 November nanti,” kata Habib Ali bin Hasan, putra imam Masjid Riyadh kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (10/11).
Meski puncaknya masih beberapa hari lagi, mereka sudah berbondong-bondong untuk menyambut acara tahunan ini. Apalagi, jamaah yang datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Yaman. Biasanya, mereka datang jauh-jauh hari sebelum acara peringatan haul.
“Mereka menginap selama beberapa hari di Solo,” tambah Habib Ali
Opsi penginapan di Kota Bengawan tidak hanya hotel. Biasanya warga sekitar Jalan Kapten Maryadi menyewakan kamar-kamar rumahnya. Ada yang gratis dan berbayar. Selain itu, mereka juga menyediakan fasilitas umum seperti toilet. Hal ini di luar kendali penyelenggara.
“Intinya kami hanya menerima di masjid. Acara ini berjalan tanpa undangan. Karena itu kami sebenarnya tidak pernah bisa memprediksi. Dengan kesadaran, mereka datang dan sudah biasa mengikuti jadwal haul. Lalu mencari penginapan sendiri.” tambah salah satu kerabat keluarga Abdullah A.A.
Abdullah mengatakan, perputaran ekonomi yang luar biasa akan terjadi di Kota Bengawan. Salah satunya dari sisi penginapan. Buktinya pada haul edisi 2018, dalam seminggu ada sekitar Rp 200 miliar uang beredar.
“Dampak ekonominya sangat bagus. Selain itu, mereka juga akan sosialisasikan Solo ke daerah masing-masing. Yakni lewat omongan ke omongan. Jadi sebagai warga Solo, kami akan menerima tamu dan melayaninya dengan baik. Jadi mereka tak segan untuk kembali,” kata Abdullah.
Terpisah, Director of Sales Marketing Hotel Horison Aziza Solo Sharaswati NIK mengatakan, pada 14-16 November hotelnya sudah penuh. Para tamu haul sudah mulai booking tiket sekitar enam bulan lalu. Bahkan, mereka mulai melakukan konfirmasi pembayaran sejak tiga bulan lalu.
“Jadi sudah resmi dan tidak bisa di-cancel. Nah, kalau 12-13 November tidak semua kamar dipesan,” bebernya. (nis/bun) Editor : Damianus Bram