"Kami siapkan di berbagai titik. Di antaranya Manahan, Benteng Vastenburg, eks Aspol Beskalan, dan Pura Mangkunegaran," terang Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, Minggu (27/11).
Kapolresta memastikan tidak ada penutupan jalan terkait dengan penyelenggaraan hajatan keluarga presiden tersebut. Berbagai kegiatan masyarakat yang rutin di helat pada waktu bersamaan dengan acara ngunduh mantu tetap berjalan dengan lancar. Untuk antusipasi kepadatan polresta hanya akan melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas.
"Kami sudah persiapkan personel pengamanan, lokasi parkir, pengamanan jalur, rute alternatif jika terjadi kepadatan yang membutuhkan pengalihan arus. Tentu melihat situasi yang berkembang nanti," kata Iwan.
Terkait personel sebelumnya kapolresta mengatakan sudah menyiapkan 3.500 hingga 5.000 personel gabungan. Berasal dari TNI, Polri, dinas perhubungan, dan Satpol PP Surakarta. Koordinasi dengan polres di eks Karesidenan Surakarta juga dilakukan untuk memaksimalkan pengamanan dan pengaturan rute saat acara berlangsung.
"Pengelolaan arus lalu lintas sekitar, pengamanan kegiatan, dan memastikan kegiatan masyarakat lain berjalan lancar. Kami tidak hanya berkonsentrasi pada titik acara tapi juga pada seluruhnya," tegas kapolresta.
Di bagian lain, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta siap memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pengaturan dan pengelolaan lalu lintas selama hajatan keluarga presiden itu berlangsung. Meski segala hal masih terus digodong hingga saat ini.
"Tadi pagi (kemarin) ada gladi. Nanti tim dari pemkot akan membantu menyiapkan itu. Kami masih menunggu, baik dari segi pengelolaan parkir, rute pengalihan, atau armada tambahan untuk shuttle seperti saat pernikahan Mas Gibran beberapa tahun lalu. Skenarionya seperti apa kami belum tahu, baru akan dilakukan besok (hari ini)," imbuh Kepala Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram