Busana manten ful payet dan bordir keemasan dikenakan Kaesang-Erina setelah kirab ngunduh mantu dari Loji Gandrung menuju Pura Mangkunegaran.
Awalnya, pasangan pengantin tersebut mengenakan busana dodotan, solo basahan. "Paginya pakai dodotan, solo basahan. Waktu resepsi (tasyakuran) pakai busana kutu baru, solo putri dengan beskap dan kebaya bludru," terang Heksa Donolobo, putra pemilik sanggar rias tari Donolobo.
Busana manten sedikit berbeda dengan yang dipakai pihak keluarga, yaitu balutan beskap dan kebaya warna biru dongker. "Rangkaian ngunduh mantu ini ada tiga sesi. Nanti di sesi resepsi yang malam, (busana pengantin) lebih ke Solo Klasik, tidak paes," papar Heksa. (ves/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono