Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Surakarta, Purwanti mengatakan, makanan gratis ini khusus diberikan untuk warga berisiko stunting. Pemberian makanan itu dilakukan oleh kader-kader kesehatan yang ada di tiap kelurahan.
"Pemberian makanan sehat ini kami namai Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashyat). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga berisiko stunting," kata dia, Minggu (11/12).
Makanan sehat gratis tersebut, lanjut Purwanti, akan diberikan kepada anggota keluarga berisiko stunting sekali dalam sehari. Pemberian makanan sehat gratis tersebut menjadi pelengkap program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi penderita stunting atau kekurangan gizi kronis.
"Kami sudah memberikan bantuan peralatan masak dan bahan makanan kepada lima Kampung Keluarga Berencana (KB) Kompak, Maju, Nyaman, dan Objektif (Komando) yang menjadi percontohan Dashyat. PMT menyasar penderitanya, sementara makanan sehat ini untuk anggota keluarga yang berisiko. Sebab pemicu stunting itu bermacam-macam, bisa soal lingkungan sampai penyakit penyerta," terang Purwanti
Hngga Agustus terdapat 494 bayi di Solo menderita stunting. Jumlah itu menurun dibanding 2020 dan 2021, di mana pada saat itu terdapat 1.050 kasus dan 570 kasus stunting. Pemkot telah menargetkan Solo bebas stunting pada 2024.
"Kami harap program ini bisa berkelanjutan dan nantinya bisa dikelola masyarakat, melalui kader-kader kesehatan. Anggarannya bisa mengambil dana operasional Posyandu atau sumber lain," kata dia.
Terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK Surakarta Selvi Ananda, berharap jika program Dahsyat serta Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) mampu dimaksimalkan guna mengurangi angka stunting di Solo. "Semua kegiatan harus digalakkan. Jangan sampai hanya berjalan beberapa saat, lalu berhenti," ucap istri wali kota surakarta itu. (ves/dam) Editor : Damianus Bram