Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Solo Nyaman untuk Masa Depan: Warganya Ramah, Biaya Hidup Murah

Damianus Bram • Jumat, 17 Februari 2023 | 14:00 WIB
Suasana Koridor Gatsu yang menjadi jujugan baru bagi warga Solo dan wisatawan. Ramah dan makanan yang murah menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Suasana Koridor Gatsu yang menjadi jujugan baru bagi warga Solo dan wisatawan. Ramah dan makanan yang murah menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Hari ini Kota Solo memasuki usia ke-278. Tentu usia yang sudah matang. Berdasarkan survei GoodStats 2022, Kota Bengawan masuk dalam deretan tiga besar kota pilihan masyarakat Indonesia sebagai kota pensiun. Menduduki urutan ketiga dengan persentase 35 persen. Meski masih kalah unggul dari Kota Bandung 40 persen dan Kota Jogjakarta 51 persen.

Hujan rintik-rintik tidak mampu “mengusir” keasyikan obrolan malam itu di salah satu angkringan sudut Kota Bengawan. Beberapa orang tampak bercengkrama sambil menikmati teh hangat dan makanan ringan. Topik yang dibicarakan mulai dari yang serius seperti perkembangan perpolitikan nasional hingga soal obrolan ringan kejadian di sekitar mereka. Tidak ada raut muka tegang. Yang ada diskusi maupun obrolan yang sesekali diselingi gelak tawa.

“Saya sudah 15 tahun tinggal di Kota Solo. Dan selama ini saya merasakan sangat nyaman dan betah tinggal di sini. Malah sudah memutuskan menetap bersama keluarga di kota ini,” ujar Oki Uridan yang berasal dari Jakarta dan sekarang pilih menetap di Jebres ini ditemui di sebuah warung angkringan di daerah Kentingan.

Dia mengaku cocok dengan budaya Kota Solo yang ramah dan suasana yang hangat. Biaya hidup juga murah dibanding kota lain. Termasuk fasilitas juga lengkap. Tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya.

“Di Solo ini makan 10 ribu saja di warung ankringan sudah kenyang. Makanya banyak yang betah di kota ini. Teman-teman saya yang dulu kuliah di Solo pun akhirnya setelah bekerja dan berkeluarga memilih menetap di sini,” ujar dia.

"Menurut saya tepat kalau Solo dianggap sebagai kota yang cocok untuk pensiunan. Karena Solo ini kan dibuat murah. Upah buruh murah. Ketika upah buruh murah, artinya segala hal harus menjadi murah. Karena akan menjadi persoalan kalau tidak murah," ungkap Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Solo Wahyu Rahadi.

Wahyu sepakat Kota Solo jadi kota favorit pensiunan. Sebab, dengan biaya hidup yang murah, Kota Solo menjadi kota yang tepat untuk mereka yang sudah tidak lagi produktif. Paling tidak, sudah tidak menghasilkan uang banyak. Hanya mengandalkan hidup dari dana pensiun.

"Otomatis biaya hidupnya bisa cukup untuk orang-orang yang sudah pensiun. Jadi juga sangat logis kalau dikatakan Solo ini memang pantas untuk orang pensiunan. Karena biaya hidupnya rendah. Ditambah lagi kotanya tidak terlalu sibuk, karena tidak banyak industri yang ada di tengah kota," bebernya.

Keistimewaan lainnya, Kota Solo punya banyak fasilitas lengkap. Mulai dari rumah sakit sampai bisnis kuliner. Wahyu menyebut, tipikal hidup orang Solo yang tidak tergesa-gesa, santai, juga menjadi parameter kota ini menjadi pilihan para pensiunan menghabiskan masa tua.

"Karena dengan kata lain Kota Solo ramah terhadap pensiunan. Ramah kantong dan ramah secara kultural kepada orang-orang yang sudah waktunya pensiun," sambungnya.

Dikaitkan dengan angka kebutuhan hidup layak (KHL), lanjut Wahyu, tingkat kebutuhan di Kota Solo tergolong rendah. Berdasarkan survei KHL yang diselenggarakan SPSI Solo belum lama ini, menunjukkan dengan uang Rp 2,5 juta, orang sudah bisa hidup dengan layak di Kota Solo.

"Kalau kemudian pensiunan, apa sekarang yang dicari? Pasti dengan biaya hidup layak itu saya rasa membuat mereka sejahtera ada di sini. Karena biaya hidupnya rendah. Mereka bisa menikmati masa tua dengan biaya pensiun yang mereka miliki," jelasnya.

Pejabat Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Sistho A. Sreshtho juga mengamini Kota Solo layak menjadi pilihan masyarakat menikmati masa tua. Suasananya yang tenang dan damai, sejuk asri serta biaya hidup murah. Masyarakat hangat dan ramah. Fasilitas kesehatan dan transportasi umum lengkap. Peluang kerja baik di sektor pertanian dan wisata.

"Ditambah sekarang banyak fasilitas pariwisata. Saya membayangkan nanti Kota Solo akan dibanjiri lebih banyak lagi calon keluarga. Calon mempelai. Ini jadi potensi untuk semua pihak," imbuhnya.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Sri Saptono Basuki menambahkan, dengan kehangatan masyarakatnya, local wisdom, plus kuliner dan budaya, adalah klangenan bagi kota ini.

"Kotanya tidak hiruk pikuk. Pemerintah sudah mulai on the rock, mengemas Solo masa lalu adalah Solo masa depan, dengan sentuhan perpaduan modern. Orang tua tidak merasa tua, anak muda ada ruang untuk berkreasi. Solo hidup. Hidup itu urup, Solo dinamis, dan bikin kangen," ujar dia. (aya/bun/dam) 

Kelebihan Kota Solo

Tingkat kondusivitas Kota Solo selama ini termasuk sangat tinggi. Terbukti, tidak pernah ada konflik dari berbagai kelompok dalam skala besar hingga menyebabkan perpecahan. Tingkat kriminalitas juga tidak setinggi di kota-kota lain.

Keterbukaan warga Solo terhadap pendatang menjadi nilai plus orang luar daerah terkesan dengan kota ini. Rasa kepedulian dan gotong royong juga masih terpupuk dengan baik.

Meski di Kota Solo ada beragam agama, aliran dan suku, namun selama ini tidak pernah terjadi konflik SARA. Ini membuktikan bahwa kota ini memiliki toleransi tinggai.

Hidup di Kota Solo tidak harus menguras kantong karena kebutuhan hidup dan makan relatif terjangkau dan di bawah kota-kota lain.

Solo termasuk salah satu dari 13 kota di Indonesia yang memiliki sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berskala besar.

Kota Solo disebut salaj satu kota paling nyaman menjadi tujuan para calon mahasiswa dari berbagai daerah. Selain pendidikan berkualitas, biaya hidup relative murah murah.

Ada beberapa rumah sakit besar dengan pelayanan baik dan sering menjadi rujukan pasien di daerah sekitarnya.

Fasilitas transportasi di Kota Solo juga cukup memadai. Sehingga memudahkan masyarakat dan pendatang mencari angkutan. Editor : Damianus Bram
#HUT Ke-278 Kutha Sala #GoodStats 2022 #Solo Kota Pensiun #HUT ke-278 Kota Solo #solo #Kota Pensiun