Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dian Rinera mengatakan, disdik memberikan kelonggaran bagi siswa dan guru yang terdampak banjir untuk melaksanakan PJJ atau work from home (WFH).
“Meski sekolahnya tidak apa-apa, tetapi rumahnya terdampak banjir tetap kami izinkan untuk minta PJJ. Jadi semuanya kami permudah, termasuk gurunya juga. Karena tidak mungkin dipaksakan masuk juga,” ucapnya.
Dian menambahkan, kegiatan pembelajaran di sekolah terdampak banjir kemungkinan masih terganggu dalam pekan ini. Sebab, mereka juga harus membersihkan sisa-sisa banjir yang di ruang-ruang kelas dan guru. Disdik tidak akan membebani mereka untuk segera kembali normal karena memang butuh waktu untuk pemulihan.
Kepala SDN Mijipinilihan Sarjito mengatakan, kondisi air di sekolahnya memang telah surut. Namun, untuk kegiatan pembelajaran belum bisa dilakukan mengingat kondisi sekolah dan ruang kelas masih kotor dan harus dibersihkan. Bila kondisi sudah memungkinkan maka hal pertama yang akan dilaksanakan yakni kerja bakti membersihkan sekolah dari lumpur dan kotoran bekas banjir.
“Sebelum pembelajaran dimulai harus benar-benar bersih dulu. Makanya nanti guru dan siswa akan kerja bakti. Semoga tidak hujan lagi,” ungkapanya.
Di bagian lain, Disdik juga memberikan bantuan yang dikumpulkan dari dana pribadi untuk membantu para korban banjir. Tiga armada disiapkan untuk mengangkut bantuan yang disampaikan ke Kelurahan Gandekan dan Joyotakan. Beragam bantuan berupa keperluan sehari-hari hingga uang tunai.
“Bantuan barang ada sembako, alat-alat kebersihan, pampers dewasa dan anak, roti, pakaian pantas pakai, sikat gigi, pasta gigi, sabun, dan obat-obatan. Sedangkan untuk jumlah uang totalnya kurang tahu karena kemarin dadakan,” ujar Humas Disdik Kota Surakarta Joko Purwanto. (ian/bun/dam) Editor : Damianus Bram