Terdata ada 267 gereja di Solo, yang akan menggelar ibadah paskah. Rinciannya yakni 16 gereja masuk prioritas satu, 43 gereja masuk kategori prioritas dua, dan 208 gereja masuk prioritas tiga.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi mengungkapkan guna memberikan rasa aman kepada jemaat yang akan melaksanakan perayaan ibadah Misa Paskah 2023, Polresta Surakarta akan melakukan pengamanan gereja serta pengaturan lalu lintas. Mereka akan mengedepankan sisi humanis, murah senyum, dan sapa salam kepada jemaat.
Iwan menuturkan pengamanan di momen ini sama dengan pengamanan pada saat perayaan Natal tahun lalu.
Selain itu, jumlah personel yang ditempatkan juga kekuatan yang berbeda disesuaikan dengan prioritas gereja.
Total personel gabungan berjumlah 1.018 anggota. Nantinya akan melakukan pengaman dan patroli skala besar di wilayah Kota Solo.
"Dalam hal pengamanan, kami akan tempatkan personel langsung insert di gereja-gereja, dan nanti kami akan langsung cek pelaksanaannya di lapangan," ujarnya.
Lanjut kapolresta, apabila nanti terjadi peningkatan jumlah jemaat di suatu gereja, maka pihaknya akan lakukan penambahan jumlah personelnya di titik tersebut.
Kapolresta menambahkan bahwa pihaknya akan melaksanakan pengamanan mulai dari sterilisasi gereja sebelum misa digelar.
Personel dari Tim Penjinakan Bom (Jibom) Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jateng dan anjing pelacak atau unit K-9 akan dikerahkan dalam proses sterilisasi.
"Kami aparat keamanan TNI dan Polri akan bekerja sama dengan yang lain secara aktif, kami akan memberikan pelayanan untuk menjamin keamanan perayaan ibadah paskah di Kota Surakarta," tutur Iwan.
Untuk perayaan paskah tahun ini berbarengan dengan bulan Ramadan, menurutnya bukan jadi suatu yang perlu dipermasalahkan.
“Kita ketahui bersama toleransi antarumat beragama di Kota Surakarta cukup tinggi, jadi tidak ada masalah, walaupun perayaan paskah digelar dalam bulan Ramadan sekalipun," pungkas kapolresta. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram