Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rumah Singgah Anak HIV/AIDS Tergusur dari TMP, Yayasan Lentera Berharap Lokasi Baru Tetap Nyaman

Damianus Bram • Selasa, 16 Mei 2023 | 14:20 WIB
SEPI: Kondisi luar bangunan Rumah Singgah Yayasan Lentera di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Senin (15/5/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SEPI: Kondisi luar bangunan Rumah Singgah Yayasan Lentera di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Senin (15/5/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Penataan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti yang dilakukan dalam waktu dekat, dipastikan berdampak pada pemindahan Rumah Singgah Yayasan Lentera. Selama ini rumah tersebut mengasuh puluhan anak penderita HIV/AIDS. Pengelola yayasan berharap lokasi baru nanti bisa senyaman lokasi lama seperti yang ada di TMP Kusuma Bhakti saat ini.

"Dulu sempat diajak rapat (oleh Pemkot Surakarta) soal pemindahan ini, tapi sampai sekarang belum ada kepastian soal kami mau ditaruh dimana. Ini juga berhubungan dengan Kementerian Sosial, mengingat penempatan 2017 lalu itu karena ada kesepakatan antara Yayasan Lentera dengan Kemensos saat itu," terang Ketua Yayasan Lentera, Yunus Prasetyo.

Karena yang digunakan lahan milik pemkot, pihaknya tentu tidak akan menolak upaya pemindahan tersebut. "Kami tidak menolak untuk dipindah, hanya saja memindahkan orang ini kan tidak seperti memindahkan barang. Perlu adaptasi di lingkungan baru, dan masyarakat yang baru. Ini kan perlu waktu. Kalau sejauh ini kami sangat nyaman tinggal di area pemakaman ini. Kami tidak perlu bersinggungan dengan masyarakat, kami juga tidak mengeluarkan banyak energi untuk mengkondisikan lingkungan. Areanya juga luas, jauh dari jalan raya, dan banyak pepohonan dengan udara bersih yang cukup. Ini dari sisi kami (pengguna panti, Red)," paparnya.

Pihaknya berharap dimana pun area yang dipilih memiliki kemiripan-kemiripan situasi dengan lokasi yang lama. Mulai dari keamanan hingga kenyamanan untuk rumah tinggal anak-anak dengan HIV/AIDS.

"Paling tidak tetap harus di Solo karena yang utama itu akses dan layanan kesehatan karena hanya bisa di RSUD Dr. Moewardi. Kalau fasilitas lainnya itu nomor dua, yang pasti pemkot tahu lah idealnya panti untuk anak-anak ada area untuk bermain, berinteraksi, dan sebagainya," jelasnya.

Di luar itu semua, pihaknya memastikan memindahkan rumah singgah yang dihuni 40 anak dengan HIV/AIDS (27 anak diantaranya usia sekolah, Red) ke lokasi baru itu membutuhkan proses yang cukup panjang.

"Di area pemakaman ini kan kami tidak ada yang menolak karena tidak bersinggungan dengan masyarakat. Dulu kan kami ditolak itu karena dalam lingkungan masyarakat. Kalau di makam kan tidak ada yang menolak. Belum lagi soal sekolah, kalau pindah ke lokasi baru kan mindah 27 anak ke sekolah baru butuh proses untuk melakukan semua ini," ungkap Yunus.

Sekadar informasi, pemindahan Rumah Singgah Yayasan Lentera mencuat seiring bergulirnya rencana penataan kawasan TMP Kusuma Bhakti pada tahun ini dengan anggaran Rp 15 miliar yang berasal dari dana hibah Uni Emirat Arab (UEA). Penataan kawasan TMP itu disertai dengan perbaikan infrastruktur drainase, jalan lingkungan, dan lainnya termasuk dengan pembangunan taman parkir umum seluas 2.400 meter persegi.

"Sudah kami komunikasikan ke kemensos (soal pemindahan Rumah Singgah Yayasan Lentera). Ini masih nunggu arahan dari pusat soal pemindahannya. Jadi nanti lokasinya bisa tetap di lahan pemkot," tutur Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta Agus Santoso. (ves/nik/dam)

Sepak Terjang Yayasan Lentera di Solo
Editor : Damianus Bram
#taman makam pahlawan #Rumah Singgah Yayasan Lentera #TMP Kusuma Bhakti #Penataan TMP Kusuma Bhakti #Yayasan Lentera Solo #Rumah Singgah HIV/AIDS