Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Putri Paku Buwono XIII Kritisi Revitalisasi Keraton: Ada yang Lebih Urgent Dibanding Alun-Alun Utara

Silvester Kurniawan • Jumat, 21 Juli 2023 | 04:59 WIB

 

Persiapan kirab kebo bule memperingati 1 Sura di Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (20/7).
Persiapan kirab kebo bule memperingati 1 Sura di Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (20/7).

RADARSOLO.COM – Upaya Pemkot Solo merevitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta diapresiasi banyak pihak. Tapi di lain sisi, sejumlah sentana dalem mengkritisi perbaikan yang akan diawali dari kawasan Alun-Alun Utara (Alut).

“Sangat baik, bagus membantu Keraton Kasunanan Surakarta untuk merevitalisasi. Namun, ada yang lebih urgent dibandingkan dengan Alun-Alun Utara, yaitu Panggung Sangga Buana. Kondisinya sudah sangat rapuh dan memprihatinkan,” terang putri sulung Paku Buwono (PB) XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, Kamis (20/7).

Apalagi kata Timoer, Panggung Sangga Buana merupakan ikon Keraton Kasunanan Surakarta sekaligus Kota Solo, sedangkan Alun-Alun Utara bukan bangunan utama. Melainkan sebagai pelengkap berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta.

“Kenapa nggak yang di dalam dahulu dibenahi, kemudian bisa melebar ke kawasan atau di luar keraton. Bangunan-bangunan (di dalam keraton) itu sudah banyak yang rapuh. Seperti Kaputren, Keraton Kulon, maupun Sangga Buana,” beber Timoer.

Tak hanya itu, Timoer menyayangkan Pemkot Solo yang tidak melibatkan Lembaga Dewan Adat (LDA) untuk menyusun rencana revitalisasi. Mengingat, tidak semua elemen paham filosofi keraton. Ditambah belum lama ini telah dilakukan rekonsiliasi pihak internal Keraton Kasunanan Surakarta yang selama ini berseteru.

“Semua kan juga ada (ikut hadir dalam rekonsiliasi). Ada Sinuhun PB XIII, Bu Asih (GKR Paku Buwono), GKR Wandansari (ketua LDA). Seharusnya saat akan direncanakan (revitalisasi) semua pihak juga harus dihadirkan. Jangan hanya mereka yang notabene mewakili Sinuhun,” papar Timoer.

Senada diungkapkan Gusti Raden Ayu (GRay) Devi Lelyana Dewi, sentana dalem lainnya.

“Sebetulnya, yang menyerahkan masterplan dan tahu persis (kondisi Keraton Kasunanan Surakarta) itu Gusti Wandan (Gusti Moeng). Seharusnya, beliau juga diikutsertakan. Diajak diskusi bersama. Mengingat Gusti Wandan yang lebih mengerti filosofi bangunan Keraton Solo. Kalau hanya Ibu Asih dan Gusti Purboyo (putra mahkota), mungkin tidak tahu terlalu dalam mengenai keraton,” ungkapnya.

Diketahui, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Jawa Tengah dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) telah merampungkan detailed engineering design (DED) revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta yang dimulai dari Alun-Alun Utara pada September mendatang.

DED revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta mengacu ada masterplan yang telah disusun Departemen Pekerjaan Umum 2014 lalu. Konsep yang diusung merupakan kombinasi antara Javanese Civilization Learning Center dan Living Royal Heritage Life dengan harapan mengembangkan keraton sebagai pusat pembelajaran kebudayaan Jawa sekaligus mempertahankan fungsi asli sebagai tempat tinggal keluarga raja.

Di tahap awal revitalisasi, pemerintah baru akan menyentuh bagian luar keraton sebelum bergeser ke bagian dalam. Mencakup Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan. Estimasi pengerjaan diperkirakan mulai September 2023 hingga Juni 2024.

Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta dari Alun-Alun Utara menjamah area utama, koridor pejalan kaki, pasar cenderamata hingga kandang kerbau bule di Alun-Alun Selatan. Baru setelah selesai dari alun-alun, revitalisasi menyasar Panggung Sangga Buana yang kerusakannya cukup parah, sehingga butuh dana tidak sedikit. (atn/wa/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#GKR Timoer Rumbai #pemkot solo #revitalisasi #keraton kasunanan surakarta