Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Usai Dipanggil Pihak Rektorat, Ketua BEM Fakultas Dianiaya Sopir FMIPA UNS

Antonius Christian • Jumat, 25 Agustus 2023 | 00:20 WIB
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNS Khoirul Umam (kanan) saat melengkapi laporan penganiayaan di Mapolresta Solo, Kamis (24/8).
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNS Khoirul Umam (kanan) saat melengkapi laporan penganiayaan di Mapolresta Solo, Kamis (24/8).

RADARSOLO.COM - Mahasiswa Prodi Fisika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Khoirul Umam, 19, melaporkan sopir FMIPA kampus setempat ke Satreskrim Polresta Solo, Kamis (24/8) siang. Mahasiswa yang juga menjabat ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA itu diduga menjadi korban penganiayaan sopir kampus berinisial YP tersebut.

Ditemui wartawan di Polresta Solo, Khoirul Umam menjelaskan, kejadian bermula saat BEM FMIPA mengadakan kegiatan pengenalan organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan fakultas pada Rabu (23/8) siang.

"Kegiatan sekitar pukul 14.00 sampai pukul 15.00. Dalam kegiatan itu, saya juga mengkritisi isu kemahasiswaan," ujar mahasiwa angkatan tahun 2020 itu.

Tak selang lama, korban dipanggil oleh YP, dan diseret ke dekat taman kampus. Di situlah, Khoirul kembali mendapatkan penganiayaan dari YP. Korban ditonjok mengenai pipi kanan dua kali, dahi, paha dan kaki. YP juga menarik kerah baju dan menjambak korban. Di saat itu muncul kata-kata ancaman dari YP.

"Saya diancam mau dibunuh sama dia sambil menunjuk-nunjukan kunci mobil di hadapan wajah saya. Setelah itu saya ditinggal begitu saja. Sebenanrya di dekat lokasi ada satpam, tapi satpam itu diam saja, tidak ada upaya menolong," kata Khoirul

Korban telah membuat laporan resmi ke Satreskrim Polresta Solo pada Rabu malam. Hari ini (24/8), korban kembali datang ditemani M. Khairil Ibadurrahman yang merupakan ketua BEM periode sebelumnya sekaligus kakak tingkat korban di fakultas.
"Kedatangan kami ini untuk melengkapi bukti dari laporan kemarin malam," ujar Khairil.

"Tadi sudah ketemu penyidik, diminta melengkapi dengan bukti visum. Sudah kita lakukan juga kemarin (visum) di rumah sakit. Namun hasilnya memang belum keluar. Setelah keluar langsung kita serahkan pada pihak kampus," lanjut dia.

Khoirul menyesalkan kejadian kekerasan terjadi di lingkungan kampus. Di mana seharusnya kampus merupakan tempat teraman bagi para mahasiswa dalam menuntut ilmu.

"Namun malah kita mendapat ancaman, bahkan pemukulan," pungkas ketua BEM fakultas itu. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#sopir #uns #fmipa #penganiayaan #ketua BEM