Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Warga di Utara Putri Cempo Waspada, Dikhawatirkan Terdampak Asap Kebakaran

Antonius Christian • Minggu, 17 September 2023 | 16:46 WIB
BANYAK TANTANGAN: Personel gabungan dari damkar, DLH, dan BPBD Kota Solo mengerahkan ekstratenaga untuk padamkan api di blok B TPA Putri Cempo, Sabtu (16/9).
BANYAK TANTANGAN: Personel gabungan dari damkar, DLH, dan BPBD Kota Solo mengerahkan ekstratenaga untuk padamkan api di blok B TPA Putri Cempo, Sabtu (16/9).

RADARSOLO.COM – Peristiwa lima tahun lalu terulang. Sampah yang menggunung di blok B tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres terbakar hebat, Sabtu (16/9). Kebakaran tersebut diklaim tak memengaruhi operasional TPA Putri Cempo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Kristina Hariyanti menuturkan, proses pengangkutan dan pembuangan sampah berjalan seperti biasa.

"Kalau (TPA Putri Cempo) ditutup, nanti masyarakat buang sampah ke mana? Jadi tetap kami buka. Kami ada space lahan di selatan yang tadinya akan dijadikan bio drying sampah sebelum dimasukkan ke PLTSa (pembangkit listrik tenaga sampah). Sementara kami gunakan untuk menampung sampah baru sampai api bisa tertangani, dipastikan padam," beber anita yang akrab disapa Ana ini.

Terkait operasional PLTSa, Ana mengatakan, hanya akan berpengaruh pada volume sampah yang akan diolah sebagai energi listrik. Namun tak sampai mengentikan pengoperasian. Sebab masih ada stok sampah di Blok A, C dan D.

"Pengoperasian PLTSa tetap sesuai rencana, 27 Oktober. Semoga kejadian ini tidak berpengaruh," ujar Ana.

Api yang berkobar sekira pukul 12.45 itu diduga akibat gas metan dari tumpukan sampah dan terpapar sinar matahari kemudian menimbulkan titik api. 

Pemadaman dilakukan personel gabungan dari pemadam kebakaran (damkar), DLH, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Adapun titik yang terbakar merupakan blok B sisi timur utara, yang berdekatan dengan IPLT seluas 2 hektare.

Mengantisipasi dampak lingkungan, DLH menggandeng dinas kesehatan (Dinkes). "Dari dinkes bergerak cepat dengan menyiapkan masker, kemudian tabung oksigen. Kalau ada keluhan di permukiman, tenaga kesehatan segera melakukan pemeriksaan. Warga terdampak diperkirakan di sisi utara, melihat dari arah angin. Kami lakukan antisipasi cepat,” bebernya. 

Kasi Pemadaman dan Keselamatan Dinas Damkar Kota Surakarta Suratman menjelaskan, titik api berasal dari puncak gunung sampah. Saat petugas damkar tiba di lokasi, asap sudah membumbung.

"Luas yang terbakar belum diketahui. Api cepat sekali menjalar,” ungkapnya.

Mencegah titik api meluas, damkar melakukan lokalisasi. Tantangan pemadaman adalah bara di dalam tumpukan sampah. Ditambah angin kencang dan aktivitas pengakutan sampah serta hewan ternak.

"Medannya juga tinggi dan pijakan tidak stabil. Ada beberapa titik yang sulit terjangkau petugas karena terjal," katanya.

Sedikitnya 15 unit armada damkar dikerahkan. Delapan unit dari Kota Solo, sisanya dibantu kabupaten tetangga. Ada pla mobil tangki milik BPBD dan DLH. 

Terkait hidran, di PLTSa terdapat dua unit dan dirasa cukup. "Kami juga mengambil air dari hidran di sekitar Kelurahan Mojosongo,” ucapnya. 

Diketahui, TPA Putri Cempo pernah terbakar pada 2018 silam. Kala itu butuh waktu sepekan untuk pemamadan.

"Tiga hari pemadaman, sisanya pendinginan area. Semoga kali ini (proses pemadaman) tidak sampai seminggu," terang Suratman. (atn/wa)

 

Editor : Damianus Bram
#pltsa #tpa putri cempo #sampah terbakar #DLH #kebakaran #tempat pembuangan akhir #DLH Kota Surakarta #damkar kota surakarta