Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Water Bombing Belum Maksimal Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemkot Solo Adopsi Konsep Sumur Resapan

Silvester Kurniawan • Jumat, 22 September 2023 | 01:03 WIB
Upaya pemadaman bencana kebakaran di TPA Putri Cempo dari darat lewat penyemprotan manual armada damkar dan dari udara lewat water bombing, terus dilakukan, Kamis (21/9). 
Upaya pemadaman bencana kebakaran di TPA Putri Cempo dari darat lewat penyemprotan manual armada damkar dan dari udara lewat water bombing, terus dilakukan, Kamis (21/9). 

RADARSOLO.COM - Upaya pemadaman bencana kebakaran di TPA Putri Cempo lewat darat dan udara dalam beberapa hari terakhir dirasa masih kurang maksimal. Upaya terbaru, Pemkot Solo mengadopsi konsep sumur dalam guna memastikan tumpukan sampah dalam kondisi lembap. Cara ini sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tak semakin meluas.

Asisten Bidang Perekonomian Setda Kota Solo sekaligus koordinator penanganan kebakaran TPA Putri Cempo Gatot Sutanto mengatakan, kini menerapkan metode baru untuk memaksimalkan upaya pemadaman. Mulai Kamis (21/9) siang, pihaknya membuat sejumlah galian di atas tumpukan atau gunung sampah TPA Putri Cempo. Khususnya di area yang sebelumnya sempat terbakar atau di area dekat titik api, yang sampai saat ini masih termonitor dengan baik. 

Cekungan atau galian lubang tersebut nantinya akan diisi air untuk memastikan tumpukan atau gunung sampah sekitar tetap lembap atau mengandung kadar air cukup banyak. Konsep galian yang diisi air ini persis sumur resapan yang fungsinya untuk menahan air di suatu area.

"Dibuatkan cekungan di atas tumpukan sampah agar nanti bisa diisi air untuk memastikan tetap basah. Konsepnya seperti sumur resapan," kata dia, Kamis (21/9).

Idealnya lubang galian itu dibuat dalan jumlah yang banyak. Hanya saja, sebagai awalan ini pihaknya baru membuat tiga lubang galian yang akan segera difungsikan untuk menampung air, guna antisipasi munculnya kembali titik api pascakebakaran.

"Ini optimalisasi pakai metode baru karena water bombing kemarin belum maksimal," kata dia 

Dengan memperbayak lubang air di tumpukan sampah, pihaknya yakin upaya pemadaman bakal lebih optimal. Ini seiring dengan terus dilakukannya upaya pemadaman dari darat lewat penyemprotan manual armada damkar dan pemadaman dari udara lewat water bombing.

"Lubang galiannya dibuat di tengah area yang terbakar. Kalau yang sisi timur tetap water bombing karena rawan longsong," beber Gatot. 

Diketahui, kebakaran TPA Putri Cempo terjadi sejak Sabtu (16/9) siang. Hingga hari ini (21/9), upaya pemadaman masih terus dilakukan. Sejumlah armada damkar perbantuan dari berbagai wilayah disiagakan hingga saat ini. Selain itu, upaya pemadaman via udara dengan metode water bombing oleh BNPB juga telah dikerahkan sejak Selasa (19/9) lalu. Mengingat medan dan kondisi yang cukup menyulitkan upaya pemadaman, BNPB pun menerapkan status tanggap darurat bencana kebakaran di TPA Putri Cempo hingga akhir pekan ini.

"Disemprot terus sampai selesai, water bombing juga sampai selesai. Ada anggaran dari APBD yang dikeluarkan, nanti kalai kurang bisa ditambah lagi," tandas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (ves/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#sumur resapan #tpa putri cempo #tanggap darurat bencana #kebakaran #water bombing #sampah