Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Putri Cempo Dicabut, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Silvester Kurniawan • Sabtu, 23 September 2023 | 15:00 WIB
Helikopter jenis Super Puma menyemprotkan air di titik kebakaran TPA Putri Cempo, Selasa (19/9)
Helikopter jenis Super Puma menyemprotkan air di titik kebakaran TPA Putri Cempo, Selasa (19/9)

RADARSOLO.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) segera mencabut status tanggap darurat bencana kebakaran di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo pada Sabtu (23/9). Perubahan status kebencanaan dari tanggap darurat menjadi transisi itu masih akan diikuti dengan upaya-upaya pengendalian dan antisipasi bencana kebakaran.

Pemkot Solo bersama sejumlah pihak menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana kebakaran di TPA Putri Cempo di Ruang Mangantipraja, Kompleks Balai Kota Solo, Jumat (22/9) siang.

Dalam agenda itu, dikemukakan bahwa penanganan bencana kebakaran di TPA Putri Cempo telah jauh lebih kondusif. Oleh sebab itu, status tanggap darurat bencana akan diturunkan menjadi transisi darurat, sekali pun penanganan masih akan terus dilakukan hingga padam.

“Secara garis besar saat ini tinggal 20-30 persen (sisa kebakaran, Red). Statusnya turun menjadi transisi darurat. Namun, titik api di dalam tumpukan sampah tetap harus diwaspadai, misalnya titik api yang keluar di malam hari. Karena itu, upaya penyemprotan maupun injeksi air akan terus dilakukan sampai tidak ada asap di area yang sempat terbakar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo Niko Agus Putranto.

Asap yang muncul jauh berkurang dari beberapa hari terakhir. Sehingga dampak asap ini sudah tidak begitu mengganggu masyarakat yang ada di sekitar TPA Putri Cempo.

Ini tidak lepas dari upaya pemadaman yang dilakukan secara terus menerus, baik dari udara maupun dari darat. Pada status transisi darurat itu juga masih memungkinkan upaya water bombing terus dilakukan.

“Pertimbangannya sudah terkendali 79-80 persen. Dampak kebakaran sudah tidak mengganggu kehidupan sehar-hari warga sekitar, makanya statusnya diturunkan. Water bombing masih bisa dilakukan. Jika masih dibutuhkan masih bisa dilakukan sesuai dengan permintaan dari kami (Pemkot Solo, Red),” terang dia.

Upaya pemadaman sisa kebakaran dan antisipasi munculnya titik api baru dari sisa pemadaman yang belum tuntas akan terus dilakukan pada masa transisi darurat itu. Ini dilakukan mengingat banyaknya material mudah terbakar yang ada di dalam tumpukan sampah di area yang sebelumnya terbakar. Hal-hal seperti itulah yang masih perlu diwaspadai selama upaya pemadaman dilakukan.

“Tingkat kesulitannya sama dengan pemadaman di lahan gambut, di mana area atas yang sudah mati belum tentu sama dengan apa yang ada di dalamnya. Area yang masih tersisa dan jadi fokus itu tinggal di timur dan utara, hanya beberapa titik api yang masih tersisa,” papar Niko. (ves/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tpa putri cempo #tanggap darurat bencana #kebakaran #bnpb #water bombing