Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Underpass Joglo Mulai Digarap Oktober, Membelah Rel Layang

Silvester Kurniawan • Kamis, 28 September 2023 | 16:54 WIB
TERBARU: Gambar desain underpass berdampingan dengan rel layang di kawasan Joglo, Banjarsari.
TERBARU: Gambar desain underpass berdampingan dengan rel layang di kawasan Joglo, Banjarsari.

RADARSOLO.COM – Proyek Underpass Joglo bakal segera dimulai Oktober. Pencairan uang ganti kerugian terhadap 161 bidang lahan terdampak proyek Underpass Joglo terus dikebut. 

Asisten Lahan Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Jawa Tengah Agus Mulyono mengungkapkan, proses pembebasan lahan terhadap 161 bidang lahan terdampak terus dilakukan. Meski masih ada 34 pemilik bidang lahan yang belum sepakat dengan nilai ganti rugi. Pasca ganti rugi diserahkan kepada warga, proses penghapusan aset atau pengosongan lahan terdampak mulai dilakukan. Mengingat, proyek yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu akan dimulai pada pertengahan Oktober.

"Berkontrak mulai pertengahan Oktober. Perkerjaan sudah mulai dilakukan, secara aturan harusnya area sudah klir. Tapi masih diberikan kesempatan sampai akhir November," kata dia, Rabu (27/9).

Area yang dibebaskan saat ini seluas 31.100 meter persegi. Membentang sepanjang 1,2 kilometer di Jalan Ki Mangun Sarkoro - Jalan Sumpah Pemuda. Sesuai desain yang telah dipublikasi sejak ground breaking pada 2022 lalu, Underpass Joglo memiliki panjang 1,2 kilometer.

Batas timur (Jalan Sumpah Pemuda) ada di ujung timur Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo. Sementara batas barat (Jalan Ki Mangun Sarkoro) berlokasi sebelum SPBU Banyuagung. Secara konsep, desain underpass tidak berbeda dengan desain atau gambar yang telah dipublikasi sebelumnya.

"Desainnya tidak ada perubahan, sementara masih seperti yang sudah ada. Masa pengerjaannya multiyears, September 2024 harus sudah selesai," tegas dia.

Sekadar informasi, pembangunan Underpass Joglo dilakukan oleh Kementerian PUPR sebagai proyek pelengkap penataan Simpang Tujuh Joglo yang telah lama menjadi simpul kemacatan di wilayah Solo utara. Proyek underpass tersebut melengkapi pembangunan rel layang yang saat ini digarap oleh Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan paparan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Solo pada Mei  lalu, pembebasan lahan proyek underpass itu memakan anggaran setara Rp 400 miliar. Sementara pembangunan infrastruktur underpass ditaksir Rp 398 miliar. 

Guna memperlancar pembangunan proyek nasional itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka meminta warga terdampak yang sudah menerima uang ganti kerugian segera pindah sesuai yang sudah ditentukan.

"Kalau sudah dapat ganti rugi kalau bisa segera pindah. Proyeknya akan dikerjakan secepatnya ya, sesuai timeline," tegas Gibran. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#Underpass Joglo #rel layang joglo #Kementerian PUPR