RADARSOLO.COM - UPT Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Dinas Lingungan Hidup (DLH) Kota Solo mengatur sirkulasi pengiriman sampah pada Minggu (29/10) dan Senin (30/10).
Pengaturan tersebut dilakukan guna menujang peresmian Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan digelar pada Senin (30/10) ini.
Kepala UPT Pengelolaan TPA Putri Cempo, Edi Suparmanto membenarkan rencana peresmian PSEL yang akan dilakukan pada Senin (30/10) ini.
Oleh sebab itu, pihaknya menerapkan kebijakan terkait pendisribusian sampah yang berlaku pada Minggu (29/10) dan Senin (30/10) ini.
Hal ini sejalan dengan informasi pemberitahuan yang disebarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam beberapa waktu terakhir.
“Ini dilakukan untuk menunjang acara peresmian Senin ini. Jadi sirkulasi pendistribuasian sampahnya kami atur. Hari minggu yang biasanya tutup, khusus ini kami buka setengah hari,” terang dia, Minggu (29/10) sore.
Dalam pemberitahuan tersebut dituliskan, pada Minggu, 29 Oktober 2023, pelayanan di TPA Putri Cempo dimulai pukul 07.00 – 14.00 WIB, dan dibuka lagi pada Senin, 30 Oktober 2023 pada pukul 15.00 WIB.
Edi menjelaskan, pengaturan ini dilakukan untuk sterilisais area dari kegiatan penguriman sampah domestik dari masyarakat pada saat peresmian itu.
“Perubahannya ada di Hari Minggu dan Senin itu. Karena peresmiannya di Senin pagi, makanya mekanisme pengiriman sampah kami ubah. Kami mulai dari hari Minggu yang biasanya libur dari pukul 07.00 – 14.00 WIB. Kemudian untuk hari Senin pengiriman sampah kita hentikan dulu setengah hari dan baru bisa dilakukan mulai pukul 15.00 WIB. Ini antisipasi agar tumpukan sampah di wilayah tidak terlalu besar,” kata Edi.
Selain mengatur ulang sirkulasi pengiriman sampah dari wilayah, UPT Pengelolaan TPA Putri Cempo juga melakukan bersih-bersih area yang akan digunakan untuk peresmian PSEL.
Sejumlah alat berat pada Minggu (29/10) terlihat sibuk melakukan perataan sampah yang ada di lokasi, sementara yang lainnya menyiapkan lokasi peresmian PSEL yang ada di lahan fasilitas pengelolaan listrik yang dikelola oleh PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP).
“Kami upayakan selama acara berlangsung tidak ada lalu lalang kendaraan pengangkut sampah dari wilayah yang keluar masuk. Kami juga sosialisasi agar sapi warga tidak berkeliaran di lokasi,” terang Kepala UPT tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo dalam berbagai kesempatan memastikan bahwa SLO (Sertifikat Layak Operasional) yang sempat terkendala penerbitannya hingga molor beberapa bulan itu telah diselesaikan.
Dengan terbitnya SLO itu bisa dipastikan PSEL Putri Cempo siap beropersi secara normal dan melakukan proses jual beli listrik dengan PLN.
Artinya, kedelapan mesin gasifier yang dioperasikan PT SCMPP akan segera beroperasi secara normal untuk menghasilkan listrik setara 5 megawatt yang nantinya akan dibeli oleh pihak PLN.
“Tanggal 30 Oktober ini kita lakukan Peresmian Kesiapan Operasional PSEL Putri Cempo. Artinya mulai senin itu PSEL mulai mengolah sampah menjadi energi listrik yang sudah diterima langsung oleh gardu induk PLN. Hanya saja untuk mekanisme jual – beli listriknya kami masih menunggu COD (Commercial Operatioan Date) dari PLN,” terang Kepala DLH Kota Surakarta, Kristiana Hariyati belum lama ini. (ves)
Editor : Damianus Bram