RADARSOLO.COM – Komunikotavisual memprakarsai pembuatan wayang kardus raksasa. Pengerjaannya sekira seminggu. Material dari kardus dibuat sebagai media ekspresi dan kreativitas anak-anak warga Perum Solo Elok dan Pesona, Mojosongo, Jebres, Solo awalnya.
Wayang ini hadir untuk memberi edukasi budaya anti korupsi kepada anak-anak, sekaligus memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2023. Pembuatan karya ini juga memacu kreativitas seni rupa pada anak.
Karakter wayang kardus berukuran besar dibuat dengan berupa tokoh raksasa. Seperti naga, robot, tikus, dan figur imajinasi simbol koruptor lainnya.
Wayang ini dipajang di CFD Slamet Riyadi Solo, agar pesannya bisa lebih luas diterima masyarakat. Karya dipamerkan di depan Museum Radya Pustaka, Minggu, (10/12).
Nayla Fathia Ramadhani, warga Jalan Puntadewa 2 Solo Elok ikut memamerkan karyanya. Dia menggambar karakter robot jahat ukuran besar. Dia mengimajinasikan tokohnya suka korupsi.
Siswa SD Alif Smart, Banjarsari kelas 6 ini mengakui, sangat senang bisa ikut menggambar tokoh wayang kardus sekaligus bisa corat-coret di hari bebas berkendaraan ini.
Co Founder Komunikotavisual Basnendar Herry Prilosadoso menjelaskan, saat di CFD diramaikan masyarakat yang diperbolehkan memberi goresan. Baik gambar maupun pesan singkat dukung anti korupsi dalam display papan yang dipajang diantara wayang kardus.
Sementara itu, salah seorang warga Perum Solo Elok Sugeng Purwanto yang ikut mendampingi anak-anak menjelaskan, media wayang ini sebagai wahana alternatif yang unik dan menarik untuk para pengunjung CFD lainnya berpartisipasi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. (nik)
Editor : Damianus Bram