RADARSOLO.COM- Kerusakan bangunan Ndalem Sasana Mulya di kompleks Keraton Solo harus secepatnya ditangani.
Sebab itu, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng-DIJ sepakat pihak Keraton Solo melakukan upaya mitigasi. Mencegah kerusakan bangunan lebih parah.
“Kalau untuk penanganan seperti itu, khususnya (aset cagar budaya) yang masih ada pemiliknya, tentu saja kami mengacu pada arahan pemilik aset. Kami hanya mendampingi,” ujar Kepala BPK Wilayah X Jateng–DIJ Manggar Sari Ayuati, Rabu (3/1/2024).
Untuk pemugaran secara total, Manggar menyebut harus didahului dengan kajian mendalam.
“Misalnya kerusakan dan apa saja materialnya yang diperlukan untuk syarat pemugaran. Karena ada unsur-unsur keaslian (bangunan) yang harus dipertahankan,” terangnya.
Pantauan radarsolo.com, sejumlah pekerja mulai menurunkan genting dan sejumlah kayu yang lapuk di Ndalem Sasana Mulya.
"Sambil kami cek, kerusakannya sudah seberapa parah. Mumpung kalau pagi belum hujan, maka kami kebut,” ujar KP Eddy Wirabhumi, salah seorang sentana Keraton Solo.
Eddy belum bisa memprediksi kebutuhan anggaran perbaikan pendapa Ndalem Sasana Mulya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pesentaraian Cagar Budaya.
"Dulu sudah pernah lapor pusat waktu menjelang revitalisasi (Keraton Solo). Kalau tidak bisa ditangani seluruhnya, dihilangkan dulu sifat bahayanya (rawan ambruk) pungkasnya. (ves/atn/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono