RADARSOLO.COM – Satpol PP Kota Solo menertibkan sejumlah pedagang dan pengunjung Solo Car Free Day (CFD) yang masih memanfaatkan jalur hijau atau area pertamanan untuk menggelar tikar dan duduk-duduk sembarangan.
Ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat masih rendah dalam menjaga lingkungan hidup.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin (7/1), sejumlah petugas satpol PP berpatroli menggunakan sepeda berhenti di sejumlah titik.
Mereka menegur sejumlah pengunjung yang duduk-duduk di area taman dan jalur hijau di sepanjang city walk Jalan Slamet Riyadi.
Pedagang juga kena tegur karena menggelar tikar di area taman untuk melayani pelanggan yang asyik menikmati sarapan pagi itu.
“Karena ini penataan yang baru pasti banyak orang yang masih mencari ruang untuk usaha dan sejenisnya. Ada beberapa temuan yang berdagang di taman atau di-cantelke di pohon, ini kami arahkan,” terang Sekretaris Satpol PP Kota Solo Didik Anggono disela kegiatan.
Larangan itu juga termasuk karangan pemasangan spanduk dagang pada pohon atau di sepanjang jalur hijau tersebut.
“Yang tidak boleh dipakai untuk jualan itu di area pepohonan (jalur hijau), taman, dan rel kereta. Pekan depan akan kami perkuat personel pengawasannya, selain satpol PP kami akan libatkan linmas untuk mengingatkan pedagang dan masyarakat,” beber Didik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Kristiana Hariyati ingin menjaga kebersihan pertamanan di Kota Solo, khususnya di saat adanya momen CFD.
“PR nya bukan hanya untuk pedagangnya, tapi juga untuk pengunjungnya. Sebab area pertamanan itu merupakan salah satu daya tarik Kota Solo karena keindahan dan keasrian itu salah satu daya tarik Solo,” terang kepala DLH. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram