RADARSOLO.COM- Dari sisi luar, bangunan baru Puskesmas Banyuanyar di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo tampak gagah, bersih dan rapi.
Namun, pemandangan berbeda didapatkan anggota Komisi IV DPRD Kota Solo saat meninjau bagian dalam Puskesmas Banyuanyar, Senin (8/1/2024).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Janjang Sumaryono Aji menyoroti kondisi keramik yang sudah rusak.
"Banyak keramiknya yang amblas, ada juga yang terangkat,” keluh dia.
Selain itu, desain bangunan sisi tengah kurang representatif untuk pelayanan pasien. Ditambah saluran pembuangan air yang sempit dan terlalu mepet dengan dinding.
"Sudah kami sampaikan ke pelaksana proyek untuk segera dibenahi sebelum diserahkan kepada Pemkot Solo," terangnya.
Asih Sunjoto Putro, anggota komisi IV DPRD Kota Solo menyoroti paving yang tak terpasang rapi.
"Kalau diamati, cat dinding juga belum sempurna," terang politikus asal PKS ini.
Asih menduga, kurang sempurnanya bangunan Puskesmas Banyuanyar karena dibangun di atas lahan bekas sawah.
"Kelihatannya (tanah urukan) belum padat. Sehingga waktu musim hujan, tanahnya ambles. Kepadatannya belum siap, namun dipaksakan untuk dibangun,” urainya.
"Kami sudah minta kontraktor segera dibenahi. Kepala puskemas juga sudah kami kabari soal hasil sidak. Beliau setuju agar dibenahi dulu sebelum diserahkan (ke Pemkot Solo)," imbuh Asih.
Terkait alasan pemindahan lokasi Puskesmas Banyuanyar, Asih menuturkan, di tempat yang sala sering kebanjiran saat musim hujan. Lokasinya juga tidak respresentatif.
"Dari segi luasan banguan juga kurang. Tata ruang membuat ambulans sulit bermanuver. Ruanganya juga tidak standar," tegas Asih.
Tentanga pemanfaatan gedung lama Puskesmas Banyuanyar, Asih belum mengetahui secara persis. "Kami belum dapat info lagi dari dinkes,” ucapnya.
Sementara itu, penulusuran radarsolo.com terkait biaya pembangunan gedung baru Puskesmas Banyuanyar diketahui senilai Rp 12 miliar. Nominal tersebut merujuk situs data LPSE. (atn/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono