RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengoptimalkan sub pekan vaksinasi polio serentak di berbagai titik, kemarin pagi (15/1).
Hari pertama vaksinasi menyasar posyandu, sekolahan, dan pos pekan imunisasi nasional (PIN).
Termasuk di kompleks Taman Cerdas Gilingan, Kecamatan Banjarsari yang dipantau Wakil Wali (Wawali) Kota Solo Teguh Prakosa.
Tercatat lebih dari 200 anak mengikuti giat vaksinasi polio di Taman Cerdas Gilingan. Usia mereka antara 0-7 tahun.
Giat tersebut merupakan salah satu upaya optimalisasi vaksinasi polio, yang digeber mulai 15-20 Jauari.
“Kami menyasar 50.115 anak umur 0-7 tahun. Vaksinasi pertama dimulai hari ini (kemarin) sampai 20 Januari. Putaran keduanya mulai 19-25 Februari. Dilanjutkan sweeping langsung ke masyarakat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo Setyowati di sela kegiatan kemarin.
Di hari pertama vaksinasi polio, dinkes menyiapkan tim yang khusus mengawasi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).
Tim ini disiagakan, sekalipun vaksinasi polio memiliki risiko rendah terhadap KIPI.
“Vaksinasinya digelar di semua posyandu, PAUD, SD, MI (madrasah ibtidaiyah), dan pos PIN. Di semua lokasi itu ada yang mengawasi KIPI-nya,” imbuhnya.
Optimaslisasi vaksinasi polio yang dilaksanakan dua putaran pada Januari dan Februari, merupakan tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Mewajibkan seluruh wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sleman (DI Jogjakarta) untuk menggelar vaksinasi dua putaran.
Vaksinasi ini buntut adanya temuan kasus di Sampang (Madura, Jawa Timur) dan Klaten, belum lama ini.
“Indonesia menerima sertifikat bebas polio dari WHO sejak 2014. Tapi pandemi beberapa tahun lalu, berdampak pada imunisasi rutin yang tidak optimal. Dampaknya, jumlah anak yang belum divaksin lengkap bertambah. Cakupan vaksin yang rendah ini memungkinkan polio bermutasi,” hemat Setyowati.
Sementara itu, Wawali Teguh mengklaim hingga saat ini Kota Solo bebas dari polio. Sekalipun beberapa waktu lalu ada temuan kasus di Sampang dan Klaten.
Dia mendorong masyarakat segera mengikuti program vaksinasi yang disiapkan pemerintah. Terutama menyasar anak-anak usia 0-7 tahun.
“Memang belum ada temuan kasus. Tapi temuan itu (di Sampang dan Klaten) tetap harus diseriusi. Tim kesehatan harus gerak cepat agar anak-anak kita tumbuh dengan baik,” pinta Teguh. (ves/fer)
Editor : Damianus Bram