Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diklaim Sudah Jadi, Ini Alasan Taman Balekambang Belum Dibuka untuk Umum

Silvester Kurniawan • Selasa, 23 Januari 2024 | 23:13 WIB
Wakil Wali Kota Teguh Prakosa saat tinjau Taman Balekambang, Jumat (19/1).
Wakil Wali Kota Teguh Prakosa saat tinjau Taman Balekambang, Jumat (19/1).

RADARSOLO.COM - Revitalisasi Taman Balekambang yang dikerjakan sejak 2022 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) diklaim rampung tepat waktu pada akhir 2023.

Kendati demikian, ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi taman kota yang baru saja direvitalisasi itu belum dibuka untuk umum sampai hari ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo beberapa kali meninjau pembangunan Taman Balekambang itu. Yang terakhir dilakukan awal Desember 2023 dan awal Januari 2024 lalu.

Secara keseluruhan, pekerjaan fisik berupa pembangunan gedung kesenian, penataan kolam, dan sebagainya telah rampung dikerjakan.

Kontraktor tinggal merampungkan sejumlah pekerjaan kecil seperti penataan taman dan sejenisnya mengingat adanya tambahan lahan seluas 2,7 hektar di sisi timur taman yang kini masih dalam masa penyempurnaan.

“Sejauh mata memandang sudah kita lihat bangunan dan fasilitasnya sudah siap. Mungkin tinggal membersihkan bangunan yang kena air dan sebagainya. Untuk di sisi timur kan ada yang dibongkar ada yang tidak, ini juga masih disempurnakan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Aryo Widyandoko, Selasa (23/1).

Bersamaan dengan itu, saat ini revitalisasi Taman Balekambang tengah dalam masa audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang dimulai 19 Januari hingga 23 Februari 2024.

Dalam masa itu, pemkot juga telah berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk meninjau fasilitas baru yang ada di Taman Balekambang itu seperti himpunan pramuwisata.

Selanjutnya dengan komunitas event organizer, dan komunitas lain yang berhubungan dengan kepariwisataan akan diajak untuk meninjau sebelum dibuka untuk umum.

“19 Januari kemarin mulai administrasinya, selesai 23 Februari. Nanti secara terbatas beberapa komunitas akan kami ajak untuk melihat lokasi,” terang dia.

Dalam momen yang hampir bersamaan, beredar kabar bahwa perayaan Hari Jadi Kota Solo akan diselenggarakan di Taman Balekambang.

Menimbang hari jadi itu jatuh pada 17 Februari dan lebih cepat dari jadwal penyelesaian audit BPK tersebut, apakah memungkinkan perayaan Hari Jadi Kota Solo itu digelar di lokasi tersebut?

“Tentu kami akan matur dulu. Apakah nanti bisa digunakan atau bagaimana? Yang pasti kami menimbang berbagai kemungkinan untuk bisa dilaksanakan di Taman Balekambang. Kami memang pengin itu segera dibuka. Kan pekerjaannya memang sudah selesai di 31 Desember 2023, tinggal audit ini saja dan proses penyerahannya,” terang Aryo.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Kuswara mengaku belum menerima informasi soal pemanfaatan Taman Balekambang untuk Hari Jadi Kota tersebut.

Meski demikian melihat jadwal tersebut pihaknya menilai Taman Balekambang bisa digunakan walau masih ada area yang belum bisa dibuka penuh.

Meski demikian keputusan akan diserahkan pada Pemerintah Kota Surakarta selaku pemilik dari aset tersebut.

“Kalau 17 Februari mungkin bisa digunakan ya, tapi perlu perhatian saja karena ini masih masa pemeliharaan. Tapi nanti akan kami serahkan ke pemkot karena tergantung kesiapan pemkot dalam pengelolaannya saja,” terang dia.

Sekadar informasi, revitalisasi Taman Balekambang yang menyentuh pembangunan gedung kesenian, open stage, kolam, lanskap, dan area parkir itu menghabiskan dana senilai Rp 154 miliar dari Kemen PUPR.

Pekerjaan fisik rampung dikerjakan hingga akhir tahun 2023 meskipun di awal 2024 masih ada pekerjaan kecil seperti merapikan landskap dan sejenisnya.

“Prinsipnya sudah selesai, tapi kita memang masih pemeliharaan lanskap karena tergantung cuaca juga. Jadi kita maksimalkan lanskap agar tumbuh maksimal dulu makanya belum dibuka untuk masyarakat umum saat ini,” papar Kuswara. (ves/dam)

Editor : Damianus Bram
#taman balekambang #kemen pupr #pemkot solo #revitalisasi