RADARSOLO.COM – Hari pertama penutupan Simpang Joglo sisi utara guna menunjang pekerjaan fase III Underpass Joglo, Rabu (28/2), kepadatan lalu lintas terjadi pada pagi hari.
Jalan inspeksi yang ada di tengah tempat pemakaman umum (TPU) Bonoloyo jadi jalur alternatif kendaraan roda dua.
Pantauan Radarsolo.com pada Rabu pagi, terlihat kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur alternatif.
Ini mengingat jam-jam tersebut bersamaan dengan waktu berangkat sekolah maupun bekerja.
Namun, kepadatan lalu lintas tersebut tak berlangsung cukup lama.
Setelah jam-jam sibuk masyarakat usai, akhirnya arus lalu lintas bisa berjalan lancar di beberapa titik jalur alternatif.
“Sempat terlihat beberapa titik kepadatan selama beberapa waktu, tapi secar umum kondisinya masih lancar pada hari pertama (penutupan Simpang Joglo sisi utara,Red) ini," tutur Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Ari Wibowo
Kepadatan lalu lintas di pagi hari, tersebar di beberapa titik.
Seperti di kawasan Ngemplak – Viaduk Gilingan, kemudian Jl Tenata Ginie Pelajar, dan sekitarnya.
Dikatakan Ari, hari pertama penutupan Simpang Joglo sisi utara, arus lalu lintas di simpang sebidang sisi selatan yang menghubungkan Jl Piere Tendean (arah Pasar Nusukan) dengan Jl Kolonel Sugiyono (arah Ngemplak, Banjarsari) cukup lancar.
Sebab, di kawasan itu hanya dipakai untuk arus terusan atau memutar, tanpa adanya hambatan termasuk titik pemberhentian.
“Di Simpang Joglo aman. Jalur pengalihan di simpang Komplang-simpang Pasar Nusukan juga lancar," beber Ari.
"Kalau di sisi barat, kepadatan di Masjid Mahakam saja (kawasan Ngemplak, Red). Sementara di jalur pengalihan arah Jalan Solo-Purwodari juga lancar,” imbuh dia.
Dari sekian konsep manajemen rekayasa lalu lintas yang disiapkan, ada satu fenomena yang unik terjadi di kawasan sekitar kampus Unisri.
Sejumlah jalan lingkungan yang ada di selatan kampus, terpantau cukup padat.
Jalan lingkungan itu digunakan sebagai jalur alternatif bagi kendaraan roda dua.
Fenomena kepadatan arus lalu lintas berlanjut hingga ke sisi barat kampus Unisri.
Tepatnya di akses jalan lingkungan yang beradas di tengah makam atau TPU Bonoloyo.
“Sejak mulai ada pekerjaan di depan Unisri, sebetulnya jalan ini sudah ramai. Tapi hari ini lebih ramai dari biasanya karena makin banyak yang sewat sini," Marno, warga Tegalharjo RT 02 RW 11 Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari.
Untuk itu, warga memasang tanda stop di beberapa gang masuk kampung.
"Tapi kalau jalan ini (jalan inspeksi di TPU Bonoloyo) memang tidak di kasih stop-an karena memang buat akses,” imbuh Marno.
Jalan inspeksi yang berada di tengah area permakaman itu ramai digunakan sejumah kendaraan roda dua, pesepeda, hingga pejalan kaki yang datang dari arah utara.
Seperti dari Jl Kerinci, Jl Raya Jetak (Karanganyar), dan sebagainya.
Masyarakat mengaku memanfaatkan jalan yang ada di tengah makam itu karena jaraknya lebih pendek ketimbang harus memutar ke jalan lainnya.
“Sudah biasa lewat sini kalau pulang berangkat kerja. Sejak depan Unisri ditutup untuk proyek, memang banyak warga yang lewat sini,” kata Satrio, salah seorang pemotor yang melintas di kawasan itu. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria