Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tak Kalah Semangat, Para Tunanetra Ini Khatamkan Alquran di Momen Ramadhan

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 20 Maret 2024 | 04:50 WIB
Para tunanetra sedang membaca Alquran braile
Para tunanetra sedang membaca Alquran braile

RADARSOLO.COM – Semangat para penyandang disabilitas netra untuk mengkhatamkan Alquran di bulan suci Ramadan ini bisa menjadi teladan. Mereka sangat terbantu dengan adanya Alquran braille sehingga memudahkan dalam membaca kitab suci umat Islam ini.

Seperti kegiatan di Panti Sosial Disabilitas Sensorik Bhakti ini. Mereka mengaji bersama untuk mengisi waktu puasa Ramadan. Sebanyak 35 peserta tampak membaca Alquran dengan khusyuk. Keterbatasan penglihatan tak menghalangi mereka.

Jari-jari mereka dengan tekun meraba satu persatu huruf braille di Alquran. Dengan semangat mereka melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

"Kegiatan tadarus seperti ini kami lakukan dari awal Ramadan. Baik siang maupun malam hari. Anak-anak biasanya setelah tarawih melanjutkan tadarusan, walaupun individu," kata Pembimbing Panti Sosial Disabilitas Sensorik Bhakti Candrasa Sartono.

Sartono mengungkapkan, para peserta saling membantu dalam bertadarus bersama. Sebab tak semua peserta sudah mengenali huruf braille di Alquran.

Tadarus bersama ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari. Untuk meningkatkan keimanan dan memohon berkah di bulan suci Ramadan.

"Antusiasme peserta cukup baik. Kami saling memotivasi agar bisa membaca Alquran braille. Tidak ada target khusus. Disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing," sebutnya.

Ahmad Fauzan, salah seorang peserta menyebut rutin melaksanakan tadarus bersama. Biasanya dilakukan tiga kali sehari. Yakni selepas subuh, siang, dan usai Tarawih.

Selain itu, kegiatan seperti kultum sore, zikiran, saling berbagi doorprize juga mengisi waktu Ramadan ini.

Fauzan mengaku, belajar huruf braille arab memang membutuhkan waktu. Seperti dirinya yang menghabiskan satu tahun belajar hingga lancar. Rumusnya, kata Fauzan, terus berlatih dengan membaca Alquran.

"Yang penting harus paham dulu huruf braille latin. Karena braille arab turunan dari latin," katanya. (ul/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#alquran braille #tunanetra #ramadhan #tadarus