Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Expo Perayaan HUT ke-44 Dekranas di Mangkunegaran Kota Solo, Dihiasi Ratusan Stand Menarik dan Unik

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 16 Mei 2024 | 04:46 WIB
Stand di acara Expo Perayaan HUT ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berlangsung semarak di Pura Pamedan Mangkunegaran (15/5/2024).
Stand di acara Expo Perayaan HUT ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berlangsung semarak di Pura Pamedan Mangkunegaran (15/5/2024).

RADARSOLO.COM – Expo Perayaan HUT ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berlangsung semarak di Pura Pamedan Mangkunegaran, Rabu (15/5/2024). Hampir 300 stand berkreasi menunjukkan produk kerajinan wilayah masing-masing.

Menariknya, tak sedikit yang totalitas untuk unjuk bakat. Menampilkan potensi daerah untuk menarik para pengunjung.

Salah satunya seperti dilakukan anggota Dekranasda asal Kabupaten Manokwari. Dua orang berpakaian adat tampak menari dengan riang di depan stand. Sembari mengajak pengunjung untuk datang.

Musik gembira mengiringi keseruan di stand Kabupaten Manokwari. Ada berbagai macam produk kerajinan yang dibawa ke pameran Dekranas. Baik berupa produk pangan maupun nonpangan.

"Banyak yang kami bawa, ada kerajinan tas, pakaian, makanan lokal, serta pernak pernik replika potensi khas daerah kami," terang Koordinator Perwakilan Dekranasda Kabupaten Manokwari Herman Rona kepada Jawa Pos Radar Solo.

Baca Juga: Digelar Meriah, Ketua Harian Bocorkan Alasan HUT Dekranas dan HKG PKK Dipusatkan di Kota Solo

"Seperti batik motif burung mamruh itu ciri khas kabupaten Manokwari, ada juga replika kupu-kupu endemik kami terdiri 4 spesies. Ini khusus hanya ada di Manokwari tidak ada di tempat lain," lanjutnya.

Herman mengatakan, kupu-kupu endemik itu bisa bernilai ratusan juta di pasar internasional. Pada gelaran Dekranas ini pihaknya menjual miniatur kupu-kupu tersebut dengan harga mulai Rp 300 ribu per bingkai.

Tak hanya hewan endemik, miniatur ikon rumah adat bernama rumah kaki seribu juga menjadi keunggulan Kabupaten Manokwari.

"Ini merupakan rumah sakral. Kenapa dinamakan kaki seribu? Karena agar tidak ada musuh yang menyelinap ke rumah. Ini rumah adat dari suku arfak. Selain itu, tidak ada ventilasi dan lain sebagainya karena mereka menganggap rumah ini sakral," kata Herman.

Ikut serta pada gelaran Dekranas 2024 di Kota Solo menjadi pengalaman menyenangkan bagi tim Kabupaten Manokwari. Menurut Herman, potensi-potensi daerah bisa semakin dikenal dan mempunyai nilai ekonomis tinggi.

"Suasana Solo juga menyenangkan. Karena banyak stand UMKM berbagai daerah, sehingga kami bisa mengenal satu sama lain," bebernya.

Di sisi lain, stand dari Provinsi Kalimantan Barat juga menunjukkan keunikannya. Replika rumah adat Baluk menghiasi tengah stand, dengan tinggi sekitar 2,5 meter.

Salah seorang perwakilan Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat Shah Khumainy menuturkan, rumah Baluk merupakan rumah adat khas daerahnya. Dimana rumah ini bisa menampung sekitar 40 orang.

Dengan tinggi asli sekitar enam meter. Rumah ini menjadi tempat berlindung suku Dayak dari bencana banjir maupun binatang buas.

Tak ketinggalan, berbagai produk kerajinan unggulan Provinsi Kalimantan Barat juga ditampilkan. Meliputi kerajinan anyaman, kain tenun, hingga dekorasi rumah.

"Kami menampilkan perwakilan produk unggulan terbaik dari 14 kabupaten/kota. Ada kain tenun, anyaman, dan ukiran kayu motif Dayak. Saat ini kami juga mengembangkan kerajinan berupa home decor dari motif songket Sambas dipadukan anyaman," jelas Shah. (ul/nik)

Editor : Niko auglandy
#expo #dekranas #Dewan Kerajinan Nasional Daerah #kota solo #mangkunegaran