Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Koridor Teuku Umar Kota Solo Bakal Direnof Untuk Dipercantik, Ini Alasan Gibran

Silvester Kurniawan • Jumat, 24 Mei 2024 | 03:53 WIB
Parkiran di daerah koridor Teuku Umar, Kota Solo
Parkiran di daerah koridor Teuku Umar, Kota Solo

RADARSOLO.COM  Koridor Teuku Umar atau Jalan Teuku Umar yang ada di timur Ngarsopuro dan ada di kawasan Mangkunegaran dipandang potensial untuk mendongkrak pariwisata di Kota Bengawan. Khususnya dari sektor kuliner. Hal inilah yang membuat koridor tersebut bakal dipercantik dalam waktu dekat dengan penataan.

“Ini sebenere (sebetulnya) koridore (koridornya) juga mau tak benerin (benahi). Koridor Teuku Umar ini bagus, di sini banyak kafe-kafe dan tempat makan,” terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming, Kamis (23/5/2024).

Soal konsep penataan yang akan dilakukan, Gibran menyebut adanya sejumlah perbaikan. Dari mulai perbaikan pedestrian dan paving.

“Mau tak perbaiki dan dikasih lampu-lampu juga. Jadi biar bisa hidup (aktivitasnya) sampai malam hari. Kalau dilebarin sudah nggak mungkin, parkirnya kan sudah segini,” beber Gibran.

Untuk parkir rencananya akan dialihkan ke daerah  sekitarnya. “Kalau parkirnya overload bisa di Ngarsopuro. Jadi ini khusus koridor untuk kuliner, nanti kami tata tahun ini,” terang wali kota.  

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Koridor Teuku Umar sejatinya merupakan kawasan kuliner yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Terdapat warung makan legendaris yang menyajikan menu nasi liwet, hingga berbagai kafe-kafe kekinian.

 “Banyak rumah makan, di sini kan pusatnya warung makan. Tapi beberapa tahun terakhir banyak kafe baru bermunculan. Jadi pengunjungnya semakin banyak. Kalau dulu hanya orang-orang tua, sekarang anak muda jadi banyak yang ke sini,” terang seorang juru parkir di Koridor Teuku Umar Bambang Warsito yang sudah 10 tahun bertugas di kawasan itu.

Dia tak menampik untuk areal parkir di lokasi ini memang cukup padat. Tak bisa  menampung secara keseluruhan, mengingat banyaknya pengunjung, banyaknya lokasi rumah makan, dan minimnya areal parkiran.

“Banyak kendaraan yang masuk, kebutuhan parkir juga banyak. Terlebih kalau di kafe-kafe itu karena beda dengan warung makan yang selesai langsung pergi kalau kafe kan kebanyakan nongkrong. Parkirnya sebetulnya cukup, hanya saja kalau pas datang rombongan mobil itu yang agak susah mencarikan tempat,” paparnya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#teuku umar #koridor #kota solo #kuliner #mangkunegaran