RADARSOLO.COM - Banyaknya ambulans yang belum memenuhi spesifikasi masih beroperasi di jalanan Kota Solo menjadi perhatian jajaran Satlantas Polresta Solo. Ke depan ambulans ini akan diwadahi polresta menjadi wadah rescue.
Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan mengatakan, pasca mengamankan ambulans yang melakukan pelangaran lalulintas beberapa waktu lalu, satlantas intens membahas hal tersebut dengan pihak terkait.
Baik dengan dinas sosial (dinsos), dinas perhubungan (dishub), dinas kesehatan (dinkes), termasuk perwakilan relawan ambulans di Kota Solo.
"Kami sudah melakukan beberapa kali koordinasi dengan semua pihak. Dari pihak relawan adalah, selama ini kesulitan memenuhi persyaratan mengubah dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan ambulans," tutur kasatlantas.
Kasatlantas mengatakan, peryaratan pertama adalah mendapat rekomendasi dari dinkes setempat. Kemudian mengajukan perubahan dari Karoseri Dirjend Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Bila dua syarat tersebut telah dikantongi, maka satlantas tinggal melakukan perubahan terhadap admistrasi kendaraan tersebut.
"Jadi karena belum memenuhi syarat maka belum masuk menjadi kendaraan prioritas, karena bukan termasuk ambulans," ujar kasatlantas.
Namun bukan berarti pihaknya tutup mata. Apalagi mereka paham para relawan ini bekerja di bidang kemanusiaan. Sehingga meski belum memenuhi syarat, maka pihaknya akan tetap mewadahi mereka. Di mana dari hasil koordinasi mereka akan memakai nama rescue, bukan lagi ambulans.
"Dengan adanya perubahan nama ini, mereka mendapatkan prioritas di jalan raya. Ini sesuai dengan pasal 59 UU Lalulintas. Dimana kendaraan rescue ini memiliki hak memasang rotaror.
Dan sesuai pasal 134 UU Lalulintas, kendaraan rescue ini merupakan kendaraan prioritas. Berbeda bila mereka tetep kekeh menggunakan ambulans," kata Agung.
Untuk tupoksinya, tentu berbeda. Di mana kendaraan ini bekerja ketika ada bencana maupun kejadian lakalantas.
"Jadi lebih pada penyelamat. Tidak bisa lagi untuk menghantar atau menjemput pasien ke rumah sakit," ujar kasatlantas.
Berapa banyak ambulans yang belum memenuhi spesifikasi? Kasatlantas mengatakan, saat ini masih meminta bantuan kepada sejumlah perwakilan relawan untuk melakukan pendataan.
"Dari perwakilan sudah sepakat. Kami tinggal menunggu berapa jumlahnya. Baik itu unitnya, kemudian petugas yang bertugas," urai kasatlantas.
Kasatlantas mengatakan ini merupakan pilot project, Sebab selama ini belum ada jajaran yang melakukan hal tersebut.
"Tentu sebelum kami bentuk, akan ada pembinaan dulu oleh petugas. Kemudian nanti dikendaraan juga ada stiker barcode, sehingga ketika di scan oleh masyarakat, akan muncul data dari petugas maupun sopir dari kendaraan tersebut," ujar dia. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno