RADARSOLO.COM – Masjid Raya Sheikh Zayed tak pernah sepi dari kunjungan jamaah. Tapi kali ini berbeda.
Tampak beberapa perwakilan Uni Emirat Arab bersorban putih, didampingi Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat, Wakil Wali Kota Solo Solo Teguh Prakosa dan unsur Muspida di masjid megah tersebut, Senin (17/6/2024).
Mereka menuju sebuah ruangan yang didalamnya terdapat benda berukuran 2 meter tertutup kain putih.
Ratusan jamaah yang hadir juga penasaran benda tersebut. Setelah dibuka, terlihat benda mirip kapsul setinggi 2 meter.
Didalamnya ada cairan berwarna hijau pekat yang terus bergerak dari bawah ke tas mengeluarkan ribuan molekul.
"Ini protitipe salah satu hilirisasi antara Algatech Nusantara dengan Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUIPT) Microalgae Biorenfinery Pusat Studi Energi UGM berbentuk kapsul,” jelas Presiden Komisaris Algatech Nusantara Heru Kunadi.
“Kami buat khusus untuk Masjid Raya Sheikh Zayed. Warna hijau pekat inilah MicroForest yang menghasilkan udara setara 5 pohon berusia 15 tahun,” imbuhnya.
Menurut Heru, cairan hijau atau microforest bisa diaplikasikan dalam bentuk kolam atau wadah lainnya.
Sehingga penempatan di kawasan perkantoran, rumah, hotel, dan lokasi lainnya lebih estetis.
Dengan microforest hanya butuh waktu singkat untuk membersikan udara dengan jangkauan sekitar 25 meter persegi.
"Alasan kami hadir di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini karena pengunjung rata rata 10 ribu per hari. Otomatis pengendapan Co2 cukup banyak,” terang Heru didampingi tim dari Algatech Nusantara.
Microforest bekerja sangat maksimal di ruang tertutup. Untuk pergantian bibit microforest hanya dilakukan 2 bulan sekali.
Baca Juga: 10 Ribu Bubur Gratis Ludes Diserbu Jamaah Usai Salat Id di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
"Bersyukur bisa berkolaborasi dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Sama sama berkomitmen mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi yang mendukung pelestarian lingkungan,” ucapnya.
Komisaris dan Founder Algatech Nusantara Dhimas Aji Kurniawan menuturkan, microforest menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Terutama generasi muda agar lebih memahami teknologi hijau dalam kehidupan sehari hari.
"Kami bercita-cita memasang microforest di Masjid Al zayed Abu Dhabi, Masjidil Haram di Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Doakan ya,” pinta Dhimas.
Sementara itu, Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Algatech Nusantara mengembangkan microforest menggunakan alga sebagai solusi isu lingkungan.
"Kami hari ini bahagia karena di Masjid Sheikh Zayed ini ada hutan kecil dengan hadirnya microforest,” terang Munajat.
“Dengan teknologi setara 5 pohon berusia 15 tahun kami yakin polisi udara akan sangat berkurang,” imbuhnya.
Dengan adanya microforest dari Algatech Nusantara membawa manfaat bagi pengunjung maupun jamaah.
MicroForest yang merupakan photobioreactor microalgae berfungsi sebagai alat bio filtrasi alami.
“Memanfaatkan proses fotosintesis mikro oganisme, yaitu microalgae untuk membantu menyaring polutan dan menurunkan kadar karbondiaksida melalui proses fotosintesis," beber Chief Executive Officer Algatec Nusantara Rangga Wishesa Pratama.
Diterangkan Rangga, emisi karbondioksida dari lingkungan sekitar diserap oleh microforest.
Kemudian dikeluarkan dalam bentuk oksigen yang setara dengan 4 hingga 5 pohon berusia 15 tahun.
"Proses fotosintesis yang dihasilkan oleh photobioreactor microalgae ini berkontribusi menghasilkan udara yang lebih baik bagi jamaah,” ungkap Rangga. (anw/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono