RADARSOLO.COM - Kuota afirmasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) online jenjang SMP negeri di Kota Solo tidak terpenuhi 100 persen. Terutama pada beberapa sekolah negeri yang terletak di perbatasan kota. Kuota afirmasi tersebut dialihkan ke jalur reguler atau zonasi.
Koordinator PPDB Dinas Pendidikan Kota Solo Abi Satoto mengatakan, kuota afirmasi pada PPDB tahun ajaran 2024/2025 terpenuhi sekira 61 persen.
"Afirmasi Kota Solo, alhamdulillah kemarin membaik. Kuota afirmasi terisi sekitar 61 pesen. Untuk sisanya akan digabungkan ke zonasi. Kalau tahun lalu ya imbang lah (terpenuhi) sekitar 70 persen," papar Abi ditemui di kantornya, Senin (8/7).
Sebagai catatan, jalur afirmasi dilaksanakan lebih dulu daripada jalur reguler seperti zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua (PTO). Pelaksanaan jalur afirmasi dimulai pada 24 Juni dan hasilnya telah diumumkan pada 2 Juli lalu.
Lebih lanjut, Abi menjelaskan, dari awal sudah ditentukan persentase kuota masing-masing jalur. Rinciannya, jalur prestasi sebesar sepuluh persen, jalur afirmasi sebesar 35 persen, jalur perpindahan orang tua lima persen, dan jalur zonasi 50 perssn dari daya tampung.
"Zonasi sebenarnya 50 persen dari kuota awal. Karena masih ada tempat dari afirmasi kita gabungkan ke zonasi begitu," tambah Abi.
Seperti halnya pada SMPN 27 Solo yang menjadi salah satu sekolah di perbatasan kota. Koordinator PPDB SMPN 27 Solo Rumaisa Isnaeni mengatakan, kuota jalur afirmasi di sekolah tersebut kerap tidak terpenuhi dari tahun ke tahun.
"Ada penurunan pada jalur afirmasi. Kalau tahun lalu itu dapat satu kelas sekitar 30-an siswa. Tahun ini hanya sembilan siswa padahal kuota yang harus terpenuhi sekitar 60-an siswa," beber dia kepada Jawa Pos Radar Solo.
Rumaisa mengatakan, jalur afirmasi hanya ditujukan bagi peserta didik dalam kota yang terdaftar sebagai keluarga miskin. Sementara, banyak peserta didik yang mendaftar di sekolah tersebut berasal dari luar kota.
Rumaisa menambahkan, sembilan peserta didik baru yang mendaftar secara otomatis diterima atau tidak diseleksi. Kesembilan peserta didik baru tersebut pun tidak ada yang mengundurkan diri dan sudah melakukan registrasi ulang. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno