RADARSOLO.COM - Ada cara unik dilakukan pengelola dan pedagang Pasar Gede Solo dalam menarik pengunjung dan wisatawan luar daerah. Salah satu di antaranya dengan menggelar beragam kegiatan menarik memanfaatkan momen-momen istimewa.
Gelak tawa dan sorak sorai mewarnai pelaksanaan lomba yang diikuti sejumlah pengelola, pedagang, dan masyarakat Pasar Gede Solo, Selasa sore kemarin. Meski digelar dengan sederhana, para pedagang pasar tradisional itu tampak semringah dan bisa tertawa lepas kala melihat rekan mereka menunjukkan tingkah jenaka.
“Ini tadi ikut lomba makan kerupuk dan kukgeruk. Gayeng mas,” ucap Nur Halimah, salah seorang pedagang yang ikut serta dalam lomba sore itu.
Pedagang bandeng yang sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu itu mengaku senang jika ada kegiatan menarik yang digelar di Pasar Gede. Dia menilai kegiatan-kegiatan tersebut mampu menarik masyarakat khususnya wisatawan untuk mampir ke pasar tradisional yang mulai beroperasi sejak 1930 an itu.
“Pasar Gede paling top, sekarang pengunjungnya bukan hanya pembeli lokal saja. Akhir pekan itu banyak wisatawan mampir untuk menikmati suasana dan kulineran di Pasar Gede. Dan wisatawannya makin banyak setelah ada Masjid Zayed Solo,” sambung Nur Janah, pedagang lainnya.
Hal serupa disampaikan Susana Tri Wahyuningsih, pedagang intip di pintu masuk Pasar Gede. Pedagang yang sudah berjualan sejak lama itu selalu menyempatkan diri untuk mengikuti berbagai kegiatan yang digelar di pasar tersebut. Dia dengan senang hati ikut serta dalam berbagai lomba untuk memeriahkan suasana momen peringatan kemerdekaan itu.
“Apapun acara di Pasar Gede saya selalu berusaha ikut andil karena kegiatan-kegiatan ini sangat positif. Pasar Gede sudah jadi ikon utama Kota Solo. Selain itu juga sudah jadi pasar wisata. Jadi acara-acara seperti ini berdampak pada banyaknya kunjungan ke pasar ini,” terang dia.
Potensi besar melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan unik itulah yang ditangkap oleh pengelola pasar. Mereka beranggapan dengan memilih kegiatan unik dan digelar secara berkala itu bisa meningkatkan pamor Pasar Gede sehingga dikenal lebih luas oleh masyarakat. Targetnya tidak hanya dikunjungi warga Kota Begawan saja, namun juga para pelancong yang datang dari berbagai daerah.
“Kunjungan rata-rata perhari itu bisa 1.500 orang, akhir pekan bisa 2.000 orang. Ini bisa naik dua kali lipat saat musim liburan. Jadi kami sebagai pengelola memang harus aktif untuk melihat peluang agar bisa meningkatkan kunjungan ke pasar ini,” terang Lurah Pasar Gede Listianto.
Selain lomba kemerdekaan, masyarakat Pasar Gede Solo juga rutin memperingati berbagai hari besar lainnya misalnya Hari Kartini, Hari Batik, dan hari-hari besar lainnya. Pengelola merasa beruntung karena upaya itu mendapat respons dari masyarakat dan media. Hal itu memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan pasar tersebut agar bisa terus eksis di masa mendatang.
“Selain untuk kegiatan jual beli dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, potensi Pasar Gede itu banyak. Misalnya dari sisi wisata sejarah, wisata kuliner, maupun yang lainnya. Dan bisa dibuktikan, setiap akhir pekan itu pengunjung pasar malah lebih banyak masyarakat luar kota yang datang untuk berwisata,” terang Listianto. (*/bun)
Editor : Kabun Triyatno