RADARSOLO.COM – Revitalisasi Masjid Agung Surakarta yang dimulai sejak Agustus tahun ini terus berprogres sesuai tahapan yang direncanakan hingga saat ini. Salah satu sektor yang nantinya bakal membuat pangling adalah penggunaan pasir laut dan lampu hias unik pada bagian halaman masjid yang dibangun 1929.
Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta KH M. Muhtarom mengungkapkan, revitalisasi dikerjakan dengan anggaran senilai Rp 14 miliar.
“Wilayah garapan itu bangunan inti menyesuaikan master plan dengan PUPR, termasuk sistem tata laksana menyesuaikan pola master plan yang ada. Dana Rp 14 M belum mencakup seluruhnya, karena master plan itu banyak sekali sampai belakang dan seterusnya dan dipilih yang paling mendesak,” terangnya, Kamis (26/9/2024).
Sasaran utama yang perbaikan bangunan yang konstruksinya dari material kayu dimana struktur menyeluruh bangunan utama akan tersentuh perbaikan dan meliputi upaya konservasi utama yang dilakukan dalam revitalisasi Masjid Agung Surakarta.
Selanjutnya ada perbaikan instalasi listrik mengingat material utama bangunan Masjid Agung berbahan kayu. Selanjutnya menara masjid akan dikonservasi berupa pengecatan dan diperbaiki yang juga dilengkapi dengan penambahan lampu sorot agar lebih menarik.
“Karena ada bagian yang sudah menyalahi BCB, maka cagar budaya kami kembalikan. Kemudian MCK kami relokasi ke wilayah lebih representatif. Geser sebelah barat,” ungkapnya.
Dari keseluruhan rangkaian revitalisasi yang dilakukan, yang paling akan membuat pangling masyarakat nantinya adalah penurunan elevasi tanah di halaman masjid. Ini agar terlihat lebih tinggi dan megah.
Selanjutnya landskap halaman juga akan dibongkar. Kemudian seluruh lampu taman yang ada saat ini akan digantikan dengan lampu-lampu hias, tentunya yang lebih sesuai dengan bangunan Masjid Agung.
Dikembalikan ke titik nol seperti dulu dan menggunakan pasir laut. Sehingga kawasan Masjid Agung itu menjadi kawasan efektif untuk resapan air di Kota Solo. Lampunya akan diganti agar tidak menghalangi view Masjid Agung, termasuk dengan vegetasinya.
“Pilihan tanaman nantinya juga akan disesuaikan dengan tanaman lama yang ditanam di era pemerintahan PB II seperti Sawo Kecil, Sawo Manila, dan beberapa tanaman lainnya,” ucap Muhtarom.
Selanjutnya, kawasan terakhir yang disentuh renovasi adalah parkiran dan perdagangan di depan gapura utama. Dia berharap sisi gapura Masjid Agung kanan dan kiri jadi area publik dan area parkir.
Harapannya semua jenis alat transportasi parkir di area luar masjid, sehingga hanya orang saja yang bisa masuk ke area inti Masjid Agung.
“Kami harap pekerjaannya lancar dan rampung tepat waktu di akhir tahun. Tapi menurut informasi yang kami terima targetnya sampai Desember 2024 harus jadi, kalau melewati kena semprit itu. Kalau presentase secara riil kira-kira 20 persen,” beber Muhtarom.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki membenarkan bahwa revitalisasi Masjid Agung itu menyentuh banyak aspek. Baik di bagian struktur utama masjid maupun kawasannya. Dia optimistis pekerjaan tersebut rampung tepat waktu.
“Pekerjaannya sudah dimulai sejak Juli lalu, selesai di akhir tahun ini,” ungkapnya beberapa waktu lalu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy