RADARSOLO.COM - Proyek penataan kawasan Koridor Kauman yang dikerjakan mulai sejak Agustus lalu telah memasuki pekerjaan saluran drainase pada Oktober ini. Meski masih dalam tahap awal pekerjaan, pemkot optimistis proyek tersebut bisa rampung tepat waktu.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Solo Bambang Budi Santosa mengungkapkan, proyek penataan kawasan Koridor Kauman menelan anggaran Rp 3,47 miliar.
Saat ini masih dalam tahap awal pekerjaan, dimulai dari sisi utara (dari arah Jalan Slamet Riyadi). Awal pekerjaan ini penyiapan utilitas dan perbaikan saluran drainase setempat.
"Progres baru 4,8 persen. Kan baru mulai 23 Agustus lalu. Kalau target penyelesaiannya akhir Desember," kata dia, Rabu (2/10).
Pada tahap awal pekerjaan ini, perbaikan atau normalisasi saluran drainase dilakukan di sepanjang Jalan Jaya Wijaya Kauman sepanjang 356 meter. Saluran drainase lama akan dilebarkan dengan Double U Box hingga kemudian ditutup dengan rigit beton (peningkatan jalan) sebelum proses beutifikasi dilakukan.
"Estetika ada pemasangan andestit batik kawung, lampu hias, dan spot foto menarik untuk meningkatkan daya tarik wisata. Nanti landskapnya juga kami tata sekalian," papar dia.
Dari hasil komunikasi dengan warga terdampak, Bambang menjanjikan pekerjaan akan rampung tepat waktu. Meski demikian, pemkot meminta agar masyarakat sedikit bersabar selama kawasan itu ditata oleh pemerintah dalam setengah tahun terakhir ini.
"Selama pekerjaan dilakukan kami harap masyarakat bisa bersabar. Toh, nanti setelah penataan kawasan akan lebih baik untuk pengguna jalan dan juga lebih indah dari segi kawasan wisata belanjanya," hemat dia.
Lurah Kauman Indrijanto Agoes mengungkapkan, warga sudah bersepakat selama Jalan Jaya Wijaya ditata. Akses wisatawan bisa lewat jalan alternatif lain di sekitar lokasi proyek. Sedikitnya ada akses alternatif yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke batik-batik yang ada di wilayah Kauman.
"Dari sisi Jalan Slamet Riyadi ada lima akses masuk ke Kampung Batik Kauman. Jadi tidak begitu mengganggu keluar masuk wisatawan. Warga mengharapkan proyek selesai tepat waktu," kata Indrijanto. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno