RADARSOLO.COM – Memeringati Hari Pahlawan 10 November, masyarakat Kota Solo mengusulkan Gesang Martohartono, maestro keroncong dari Kota Bengawan sebagai pahlawan nasional. Usulan ini disuarakan melalui aksi pengibaran bendera merah putih raksasa berukuran 6x100 meter di kawasan car free day Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (10/11).
Aksi ini melibatkan Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Solo, komunitas senam Happyland, PMI Solo, serta masyarakat umum. Mereka bersama-sama membentangkan bendera raksasa sambil menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka.
Baca Juga: Alat Peraga Kampanye Terpasang di Bangunan Cagar Budaya, Bawaslu Solo Bakal Turun Tangan
Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo yang hadir dalam aksi tersebut memberikan apresiasi atas prakarsa ini. Inisiatif ini mencerminkan aspirasi masyarakat Solo yang ingin menghormati pencipta lagu legendaris Bengawan Solo ini sebagai tokoh yang mengharumkan nama kota dan bangsa.
“Ini adalah niat yang luar biasa. Didorong oleh keinginan masyarakat Solo untuk mengangkat tokoh kita. Meskipun tokoh lokal tetapi namanya sudah mendunia. Beliau tidak hanya mengharumkan nama Kota Solo, tetapi juga negara kita,” katanya.
Budi menambahkan, usaha untuk menjadikan Gesang sebagai pahlawan nasional tidak hanya berhenti pada kegiatan simbolis ini, tetapi akan dilanjutkan dengan langkah-langkah resmi.
"Kita semua ingin punya tokoh dari Kota Solo yang diangkat sebagai pahlawan nasional. Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk berjuang bersama dengan niatan yang baik. Semoga tujuan kita tercapai," tegasnya.
Baca Juga: Sejumlah Kecamatan di Sragen Ditemukan Patahan Sesar Pemicu Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG
Untuk merealisasikan harapan ini, tahapan-tahapan resmi perlu ditempuh, termasuk pengajuan usulan kepada pemerintah kota maupun DPRD Kota Solo.
Budi menegaskan komitmen DPRD untuk membantu memfasilitasi proses ini.
"Kita bisa bergerak bersama-sama dengan seluruh elemen. Karena ini usulan dari masyarakat, tentunya butuh dukungan yang lebih besar lagi dari masyarakat dan para stakeholder di lingkungan pemerintah Kota Solo," tandasnya. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno