SOLO, Radar Solo - Rumah Sakit (RS) Panti Waluyo Solo menggelar kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Hari Diabetes Internasonal, pada Selasa (19/11/2024).
Berlangsung di ruang tunggu farmasi rawat jalan. Edukasi Hari Diabetes Internasonal ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan terkait penyakit diabetes mellitus kepada masyarakat.
Kegiatan edukasi terkait Hari Diabetes Internasonal dimulai dengan sesi penyuluhan kesehatan oleh dr. Enrique Vicenzo, dokter umum RS Panti Waluyo.
Dia menekankan pentingnya memahami risiko komplikasi yang dapat muncul, terutama jika gula darah tidak terkontrol.
"Diabetes bukan hanya soal gula darah tinggi, tetapi juga berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan penglihatan, gangguan saraf, serta infeksi yang sulit sembuh, terutama pada kaki," kata dr. Enrique.
Enrique menjelaskan, salah satu komplikasi yang dapat dialami penderita diabetes adalah neuropati diabetik.
Gejala kesemutan atau kebas pada kaki, yang bisa mengarah pada gangguan seperti luka yang tidak terasa dan sulit sembuh.
Selain itu, komplikasi lainnya ialah retinopati diabetik. Dimana penderita mengalami gangguan pada saraf penglihatan mereka.
"Banyak pasien yang terlambat datang ke rumah sakit karena luka di kaki yang awalnya tergores atau tercukur, namun karena tidak terasa, infeksi pun berkembang," ujar dr. Enrique.
Selain membahas komplikasi, dr. Enrique turut berbagi tips kesehatan tentang mencegah dan menangani diabetes.
Salah satunya dengan menjaga pola makan yang sehat, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta rutin berolahraga.
"Olahraga ringan seperti jalan kaki selama 30 menit, tiga kali seminggu, sangat bermanfaat untuk menjaga gula darah tetap stabil," kata dr. Enrique.
"Selain itu, bagi penderita juga harus rutin minum obat, periksa ke dokter, dan cek gula darah agar kondisinya terkontrol," tambahnya.
Pada kesempatan ini, RS Panti Waluyo juga menyediakan layanan pemeriksaan gula darah gratis bagi ratusan pengunjung.
Screening ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan pengunjung, serta risiko penyakit diabetes dan langkah-langkah penanganannya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemasaran dan UPKM RS Panti Waluyo Solo, Arinda Weddinia mengatakan, kegiatan edukasi ini diikuti oleh ratusan peserta.
Terdiri dari pengunjung rumah sakit, pasien, hingga komunitas lokal.
Pihaknya terus berkomitmen untuk terus memberi pelayanan kesehatan terbaik, serta edukasi kepada masyarakat.
"Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat luas dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit diabetes mellitus bagi masyarakat," tukasnya. (ul/lz)
Editor : Laila Zakiya