Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ini Langkah Pemerintah Dalam Upaya Deradikalisasi Eks Teroris dan Napiter

Antonius Christian • Senin, 23 Desember 2024 | 21:05 WIB
Ilustrasi penangkapan terduga teroris.
Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

RADARSOLO.COM - Terorisme masih menjadi masalah di negeri ini. Upaya deradikalisasi terus diupayakan.

Bahkan langkah ini dimulai sejak para Napiter ini masih menjalani hukuman di balik jeruji besi.

Hal ini untuk mengembalikan mereka ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Erwedi Supriyatno menuturkan program deradikalisasi ini merupakan kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror, dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

"Pendekatan yang kami gunakan adalah sinergi lintas sektor dengan melibatkan petugas Lapas, Pamong, dan wali narapidana. Mereka secara rutin melakukan pembinaan, pemantauan, serta evaluasi untuk memastikan keberhasilan program ini," ungkapnya saat berkunjung ke Kota Bengawan, Senin (23/12).

Erwedi menuturkan, pendekatan terhadap narapidana terorisme tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman ideologi Pancasila dan nasionalisme yang benar, serta memberdayakan narapidana melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

"Melalui program bersama deradikalisasi ini, kami memastikan mereka mendapatkan pembekalan untuk hidup mandiri dan harmoni di tengah masyarakat setelah bebas. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah," ujar Erwedi.

Menurutnya, deklarasi ikrar setia kepada NKRI oleh mantan anggota kelompok radikal, termasuk narapidana terorisme, dianggap sebagai tonggak keberhasilan program deradikalisasi.

"Banyak dari mereka yang secara sadar dan ikhlas menyatakan kembali kepada NKRI. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan bahwa pendekatan humanis lebih efektif dalam mengatasi radikalisme," ungkap Erwedi.

Dia berharap, tingkat radikalisme di Indonesia dapat terus menurun seiring bertambahnya jumlah narapidana yang berkomitmen meninggalkan ideologi radikal.

"Dengan kolaborasi yang solid, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih aman dan masyarakat yang harmonis," tuturnya.

Disinggung soal jumlah napiter saat ini, Erwedi menuturkan sejauh ini ada sekira 300 orang tahanan berstatus napiter. Di mana mereka tersebar diseluruh lapas/rutan di Indonesia. "Memang cukup banyak, namun ini tidak menyurutkan niat kami untuk melakukan upaya deradikalisasi," pungkasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#deradikalisasi #Napiter #Teroris