RADARSOLO.COM – Solo merupakan pusat kebudayaan Jawa.
Dengan predikat tersebut, sangat disayangkan ketika terjadi kesalahan penulisan aksara jawa pada papan nama di Underpass Joglo.
Kejadian tersebut langsung mendapat kritikan tajam dari Rendra Agusta Sraddha, pengamat aksara jawa asal Kota Solo.
Bila dibaca, aksara jawa di papan nama Underpass Joglo menjadi Hundepas ssmpajoglo.
Rendra menduga, kontraktor ingin membuat tulisan Underpass Simpang Joglo, seperti pada tulisan yang ada di atasnya.
Fenomena itu juga mendapat perhatian dari Wali Kota Solo Teguh Prakosa.
Teguh memastikan kesalahan tersebut akan segera diperbaiki selama masa pemeliharaan proyek masih berlangsung.
Wali Kota Solo mengaku telah meninjau langsung lokasi papan nama yang menjadi sorotan.
Ia segera menginstruksikan DPUPR Kota Solo untuk berkomunikasi dengan pihak proyek
“Saya sudah lihat langsung ke sana kemarin, ternyata hanya sisi timur yang salah. Kepala DPUPR sudah berkomunikasi dengan pihak proyek, nanti segera diganti,” ungkap Teguh di Balai Kota Solo, Jumat (17/1/2025).
Menurut Teguh, penggantian papan nama masih memungkinkan karena proyek Underpass Joglo masih berada dalam masa pemeliharaan.
Dalam masa ini, pelaksana proyek memiliki kewajiban untuk memperbaiki atau mengganti elemen yang tidak sesuai.
“Untuk penulisan yang benar, tentu kami serahkan kepada ahlinya,” tegas Teguh.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya alih bahasa sebelum menulis aksara jawa agar sesuai dengan kaidah yang berlaku.
“Bahasa asing itu penulisan dan pengucapannya berbeda. Sebaiknya diubah dulu menjadi bahasa Jawa. Seperti ‘Trowongan’ atau ‘Terowongan’. Selanjutnya, biar ahli yang menentukan penulisan aksara Jawa yang benar,” tambahnya.
Penggantian papan nama ini diharapkan dapat segera dilakukan, sehingga masyarakat tidak lagi bingung dengan kesalahan penulisan aksara jawa.
Teguh menegaskan, Pemkot Solo berkomitmen menjaga kualitas pembangunan.
Termasuk memperhatikan detail seperti penulisan aksara jawa. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono