Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Suka Membully Buat Siswi SMK Nekat Lompat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo

Antonius Christian • Rabu, 22 Januari 2025 | 21:38 WIB
Tim rescue tengah menyelamatkan seorang wanita tenggelam di sungai
Tim rescue tengah menyelamatkan seorang wanita tenggelam di sungai

RADARSOLO.COM - Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap Na, remaja putri yang mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan A Jurug.

Siswi salah satu SMK di Kota Solo ini melakukan aksi nekat ini karena dikucilkan oleh teman-temannya.

“Sudah kami tanyai, mengapa anak tersebut melompat. Dari ceritanya, dia ini suka membully rekan-rekannya di sekolah. Karena perilaku buruknya inilah, dia menjadi dijauhi teman-temannya. Karena merasa dikucilkan itulah dia menjadi depresi dan nekat melompat,” tutur Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko menuturkan, pasca mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi tempat Na dirawat, Rabu (22/1/2025).

Untuk itu, lanjut Murtiyoko, pihaknya sudah memberikan nasehat kepada Na untuk bisa mengubah sifatnya agar bisa kembali diterima rekan-rekannya.

Orang tua Na juga dihimbau untuk lebih memberikan perhatian lebih kepada Na, terlebih usai kejadian ini pasti psikisnya terguncang.

“Bila melamun atau terlihat ada perubahan sikap untuk segera ditanya. Bila perlu dibawa ke psikolog untuk mendapat solusi yang pas,” urainya.

“Karena ini sangat rentan untuk kembali melakukan aksi serupa. Untuk Na, kemarin malam sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah dinyatakan sehat secara fisik oleh pihak rumah sakit,” imbuh Murtiyoko.

Disinggung ini bukan kali pertama saja ada kejadian percobaan seseorang melompat dari Jembatan Jurug, Murtiyoko menuturkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan relawan yang memiliki pos di bawah Jebatan Jurug.

“Dibawah situkan ada pos SAR. Kami sudah komunikasi dengan relawan yang biasanya berada dipos untuk mengawasi apakah ada hal-hal yang mencurigakan di atas jembatan. Misal ada kendaraan yang tiba-tiba berhenti di atas jembatan, langsung dipantau. Karena sepeti yang kita tahu, tidak boleh ada yang berhenti di atas. Atau semisal ada orang yang tiba-tiba berjalan diluar batas pembatas jembatan juga,” pungkas Murtiyoko.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Na nekat loncat dari Jembatan Lama Jurug, Selasa (21/1) sore.

Meski tubuhnya sempat terbawa arus Sungai Bengawan Solo sejauh beberapa meter dari titik lompat, dia masih bisa diselamatkan oleh tim SAR yang tengah berada tak jauh dari lokasi. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#lompat #bully #jembatan jurug #remaja putri