RADARSOLO.COM - Lagi dan lagi, aksi percobaan hendak akhiri hidup dengan cara meloncat dari atas Jembatan Jurug, Kota Solo kembali terjadi.
Ya, Rabu (5/2/2025) dini hari, RW,23, nekat hendak mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas jembatan jurug.
Beruntung, aksi perempuan asal Dukuh Pojok, Desa/Kecamatan Plupun, Kabupaten Sragen ini berhasil digagalkan.
Seperti yang sudah-sudah, aksi percobaan akhiri hidup ini berhasil digagalkan sejumlah relawan SAR yang berada di Pos yang ada dibawah Jembatan Jurug.
Aksi penyelamatan ini dibenarkan oleh Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko. Dimana pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 01.55 WIB.
“Mendapatkan informas tersebut, piket fungsi kita langsung mendatangi TKP tersebut. Dimana yang bersangkutan sudah berhasil diamankan relawan di pos,” kata Kapolsek.
Murtiyoko menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi di lapangan, awalnya RW berdiri di dalam pagar pembatas Jembatan Jurug dan terlihat melamun. Melihat kondisi tersebut, relawan yang berada di pos langsung berlari ke atas.
“Untungnya penerangan di lokasi cukup terang sehigga bisa menyorot tubuh wanita ini. Setelah itu, teman-teman relawan lantas membujuk korban untuk mengurungkan niatnya bunuh diri. Wanita ini pun akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pos,” tutur Kapolsek.
Usai dari pihak kepolisian datang, lanjut Murtiyoko, dengan menggunakan ambulance milik relawan, RW dibawa ke Rumah Sakit (RS) Hermina.
“Kondisi korban setelah dirawat dalam keadaan sehat atau stabil,” katanya.
“Namun saat kita tanya apa motif dia ingin bunih diri, perempuan ini hanya diam dan hanya minta diantarkan pulang. Kita tidak mau memaksakan, takutnya emosinya tidak stabil, sehingga kita turuti permintaan dari korban. Korban sendiri sudah dibawa ke rumahnya oleh petugas piket kita,” imbuh Murtiyoko.
Kapolsek menyesalkan masih adanya orang yang nekat hendak mengakhiri hidupnya. Menurutnya aksi bunuh diri bukanlah solusi dari menyelesaikan masalah.
“Peran orang tua dan keluarga paling penting untuk mencegahnya. Dengan memberikan perhatian dan mengerti adanya perubahan pada anak atau keluarganya,” pungkas Kapolsek.
Berdasarkan penelusuran Radar Solo, dalam kurun waktu dua minggu terakhir, sudah ada tiga kali upaya percobaan bunuh diri.
Dimana 22 Januari lalu, seorang remaja berinisial NA, nekat melompat dari jembatan dari jembatan lama Jurug. Beruntung nyawanya tertolong meski sempat terbawa arus aliran sungai Bengawan Solo
Kemudian Jumat (31/1/2025) malam seorang pria berinisial O,30, warga Polokarto, Sukoharjo juga hendak melompat dari Jembatan B Jurug karena permasalah keluarga dan rumah tangganya.
Beruntung nyawanya selamat setelah dicegat salah seorang relawan yang tak sengaja melintas. (atn)
Editor : Damianus Bram