Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon 270 Ribu Tabung, Minta Masyarakat di Solo Raya Tidak Panic Buying

Silvester Kurniawan • Kamis, 6 Februari 2025 | 16:57 WIB
Ilustrasi LPG 3 kg alias gas melon.
Ilustrasi LPG 3 kg alias gas melon.

RADARSOLO.COM – Setelah sempat terjadi kelangkaan di sejumlah wilayah, Pertamina Patra Niaga resmi menambah pasokan LPG 3 kg di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta.

Sebanyak 900 ribu tabung gas LPG 3 kg mulai didistribusikan pada Selasa (4/2/2025) hingga Kamis (6/2/2025).

Khusus di Solo Raya, sebanyak 270 ribu tabung gas melon disalurkan guna mengatasi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap LPG subsidi.

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng-DIJ Taufiq Kurniawan mengatakan, penambahan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan stok LPG 3 kg, sekaligus hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.

"Secara keseluruhan tambahan LPG 3 kg yang dialokasikan pada bulan Februari ini total sebanyak 919.880 tabung, atau sekitar 60 persen dari penyaluran harian. Khusus Solo Raya, jumlahnya mencapai 270 ribu tabung," ujar Taufiq di Solo, Rabu (5/2/2025).

Pasokan tambahan ini disalurkan melalui pangkalan LPG resmi Pertamina, dengan jumlah menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah.

Lebih lanjut, Taufiq memastikan stok LPG 3 kg tetap aman, mengingat distribusi ini didukung oleh empat terminal LPG utama.

Yakni, LPG Terminal Cilacap, LPG Terminal Tanjung Mas Semarang, Terminal LPG Semarang, dan Terminal LPG Rembang, dengan total ketahanan stok mencapai 3.464 metrik ton.

Di tengah upaya menormalkan pasokan, Pertamina Patra Niaga Jateng-DIJ juga menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan LPG di Kota Solo, Rabu (5/2/2025).

Taufiq Kurniawan menegaskan, sidak dilakukan untuk memastikan bahwa distribusi LPG subsidi berjalan normal dan tidak ada praktik penimbunan atau penyimpangan harga.

"Situasi penyaluran LPG di Jawa Tengah dan DIJ terpantau kondusif dan sudah kembali normal. Kami terus memonitor secara ketat dan berkeliling memastikan keandalan stok LPG 3 kg," ungkapnya.

Taufik menambahkan, masyarakat kini bisa mendapatkan LPG 3 kg dengan mudah di pangkalan resmi maupun pengecer yang telah berstatus subpangkalan.

"Ke depan, kami harapkan pengecer bisa menjadi bagian dari rantai pasok LPG sebagai subpangkalan agar distribusi lebih tepat sasaran," tambahnya.

Namun, pihaknya masih menunggu aturan teknis dari Kementerian ESDM terkait persyaratan dan regulasi subpangkalan ini.

Selain itu, dia kembali mengimbau masyarakat untuk membeli gas LPG 3 kg di pangkalan resmi, mengingat harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18 ribu per tabung.

"Masyarakat bisa dengan mudah mengecek lokasi pangkalan terdekat melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id," terangnya.

Taufiq menegaskan, distribusi ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat, terutama setelah adanya kebijakan pembatasan penjualan di pengecer.

"Kami berupaya menjaga kondisi agar tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying, karena pasokan LPG 3 kg tetap aman," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Dinas Perdagangan Kota Solo Training Hartanto mengatakan, akan terus melakukan monitoring distribusi LPG subsidi.

Dia juga menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait regulasi harga eceran tertinggi (HET) untuk pengecer yang sebelumnya sempat dilarang menjual LPG 3 kg.

"Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan LPG dengan harga yang sesuai," ujar dia. (ul/ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#elpiji #pertamina #pengecer #solo #panic buying #LPG 3 Kg #gas melon