Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Astrid Widayani, dari Kampus Menuju Wakil Wali Kota Solo: Mbak Rektor Siap Mengabdi 

Silvester Kurniawan • Minggu, 16 Februari 2025 | 04:02 WIB
Rektor Universitas Surakarta (UNSA) Astrid Widayani.
Rektor Universitas Surakarta (UNSA) Astrid Widayani.

RADARSOLO.COM - Lahir dan besar di lingkungan yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama kehidupan, Astrid Widayani telah menunjukkan karakter kepemimpinan sejak usia muda.

Dibesarkan oleh orang tua yang berkiprah di dunia pendidikan dan sosial, ia tumbuh menjadi sosok yang suka belajar dan selalu ingin mengembangkan diri.

 Atahnya Prof Dr H.S. Brodjosujono SH, MH, bukan hanya tokoh besar dalam dunia akademik tetapi juga dikenal di dunia olahraga Solo.

Sementara ibunya Dr Hj Roch Mulyani SE, MM, adalah sosok yang konsisten di bidang pendidikan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Dari kombinasi kedua orang tuanya, Astrid belajar tentang etos kerja, keberanian mengambil tantangan, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Motivator utama saya adalah keluarga, terutama almarhum bapak. Beliau benar-benar from zero to hero. Itu yang selalu saya pegang," ungkap Astrid dalam wawancara dengan Jawa Pos Radar Solo.

Astrid Widayani dekat dengan Masyarakat
Astrid Widayani dekat dengan Masyarakat

Di masa mudanya, sang ayah datang ke Solo dari Pacitan dengan kondisi serba terbatas, namun mampu membangun yayasan pendidikan hingga mendirikan sejumlah perguruan tinggi. Semangat pantang menyerah ini yang terus ditanamkan dalam diri Astrid.

"Kami sebagai generasi penerus merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan yayasan pendidikan dan mengembangkan bisnis di sektor pendidikan. Bapak yang dulu datang tanpa apa-apa saja bisa menjadi seseorang, maka saya yang lahir dengan kondisi lebih baik harus memanfaatkan kesempatan ini untuk sesuatu yang lebih positif," kata perempuan kelahiran Surakarta, 9 November 1986 itu.

Sejak 2015, Astrid mulai memimpin berbagai institusi pendidikan. Dari Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara, Direktur Akparta Surakarta, hingga akhirnya dipercaya menjadi Rektor Universitas Surakarta (UNSA) pada 2022.

Astrid Widayani aktif memotivasi masyarakat, termasuk menghibur anak-anak agar bisa lebih kreatif
Astrid Widayani aktif memotivasi masyarakat, termasuk menghibur anak-anak agar bisa lebih kreatif

Sebagai rektor, dia menginisiasi berbagai program inovatif seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri serta menciptakan budaya kerja yang lebih kreatif dan kolaboratif. Tak heran, namanya semakin dikenal di kalangan akademisi, swasta, hingga pemerintah daerah.

"Saat saya menjabat sebagai rektor UNSA, banyak yang mengenal saya sebagai 'Mbak Rektor'. Bahkan, kementerian dan berbagai institusi ingin menjalin kerja sama dengan kami dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi," jelasnya.

Tak hanya berkontribusi di bidang pendidikan dan sosial, Astrid juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya pendampingan UMKM dan pengembangan generasi muda.

Salah satunya Astrid menggagas dan menjalankan program Jawara UMKM Solo, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat ekosistem wirausaha lokal.

"Selain di bidang pendidikan dan kemasyarakatan, saya juga aktif mendampingi UMKM, memperkuat ekosistem kewirausahaan, dan mendukung berbagai program bagi anak muda," ujar Astrid.

Dia juga terlibat aktif dalam kelas inspirasi dan program orang tua asuh di komunitas Solo Mengajar. Ini semakin membuktikan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda dari berbagai latar belakang.

Pengalaman perempuan tangguh ini makin luas lewat kiprahnya di berbagai organisasi strategis, seperti KADIN Solo, HIPMI Solo, Apindo Solo, APSAI Solo, Kagama Solo, KEIND Jawa Tengah, ACSB Jawa Tengah, APTISI Jawa Tengah, MES Solo, dan Perpina.

Dari Cita-Cita Diplomat ke Dunia Politik

Sejak kecil, Astrid memiliki kecintaan mendalam terhadap seni dan budaya. Dia bercita-cita menjadi seorang diplomat yang mengenalkan Indonesia ke dunia internasional, sehingga memilih sastra Inggris di Universitas Diponegoro sebagai jurusan kuliahnya.

Namun, jalan hidup membawanya ke arah berbeda. Amanah untuk melanjutkan yayasan keluarga membuatnya beralih fokus ke dunia pendidikan dan manajemen.

"Awalnya saya ingin menjadi diplomat, berkeliling dunia untuk mengenalkan budaya Indonesia. Namun, ketika saya harus mendampingi yayasan, saya sadar bahwa saya perlu memahami manajemen lebih dalam. Maka saya memilih untuk melanjutkan studi ke bidang ekonomi dan bisnis," ungkapnya.

Astrid Widayani raih penghargaan dari Jawa Pos Radar Solo
Astrid Widayani raih penghargaan dari Jawa Pos Radar Solo

Astrid akhirnya menyetarakan pendidikan S1-nya ke bidang ekonomi dan melanjutkan S2 manajemen. Kini, ia tengah menempuh Doctor of Business Administration (D.BA) di Business School Lausanne, Swiss, dengan fokus transformasi bisnis, keberlanjutan, dan kewirausahaan.

Menuju Wakil Wali Kota Solo

Nama Astrid Widayani mulai disebut-sebut sebagai kandidat kepala daerah sejak akhir 2023, sekira setahun sebelum Pilkada 2024. Saat itu, ia masih sibuk dengan tugasnya sebagai rektor UNSA dan belum tertarik terjun ke dunia politik.

Namun, namanya mulai masuk dalam survei kandidat calon Wali Kota Solo. Pada April 2024, ia akhirnya dipinang oleh Koalisi Gerindra-PSI untuk maju di Pilkada Solo. Dukungan semakin kuat setelah PKS, PAN, PKB, Partai Golkar dan enam parpol non parlemen tergabung dalam Koalisi KIM Plus.

"Setelah Pileg dan Pilpres, koalisi mulai terbentuk. Waktu itu, belum ada komunikasi dengan Pak Jokowi. Baru setelah saya dan Mas Respati Ardi resmi menjadi pasangan calon (wali kota dan wakil wali kota), beliau mulai berkomunikasi dengan kami," ujarnya.

Astrid juga mengungkapkan bahwa sejak awal ia tidak pernah mempersoalkan posisi sebagai wali kota atau wakil wali kota (wawali).

"Saya hanya ingin mengabdi untuk Kota Solo. Mau di posisi pertama atau kedua, itu tidak jadi soal. Saya siap menjalankan amanah ini," tegas perempuan yang bakal segera dilantik menjadi Wawali mendampingi Wali Kota Respati Ardi ini.

Kini, setelah terpilih sebagai wakil wali kota perempuan pertama di Solo, Astrid membawa pengalaman panjangnya di dunia akademik dan manajemen untuk membangun Kota Solo yang lebih inovatif dan berdaya saing.

"Dulu, saya tidak pernah membayangkan diri saya berada di titik ini. Awalnya hanya ingin menjadi diplomat, lalu fokus di pendidikan, dan kini dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Solo. Tapi satu hal yang saya pegang: saya ingin mengabdi dan membawa Solo ke arah yang lebih baik," ujarnya. (ves/bun)

PROFIL LENGKAP ASTRID WIDAYANI

Tempat, Tanggal Lahir: Surakarta, 9 November 1986

Orang Tua: Prof Dr H.S. Brodjosujono SH MS dan Dr Hj Roch Mulyani SE MM

Suami: Poernomo Warasto

Anak: Rizky Rajendra Aji,Muhammad Luthfi

 

Latar Belakang Pendidikan

 

Pengalaman Kerja

 

Pengalaman Organisasi

 

 

Editor : Niko auglandy
#UNSA #kota solo #Astrid Widayani