RADARSOLO.COM–Gelombang aksi mahasiswa dalam gerakan #IndonesiaGelap tak terhindarkan di Kota Solo.
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Solo, Rabu (19/2/2025) sore.
Pantauan radarsolo.com, massa aksi yang mengenakan jas almamater masing-masing kampus tiba di depan gedung dewan sekitar pukul 14.58.
Mereka membawa berbagai spanduk tuntutan, di antaranya bertuliskan:
"Tolak RUU TNI, Polri, Kejaksaan"
"Program Prioritas, Rakyat Tertindas"
"Efisiensi untuk Siapa?"
"Indonesia Gelap"
"Adili yang Tak Adil"
"Tolak MBG"
"Tolak Efisiensi"
Meskipun hujan sempat mengguyur Kota Solo, massa aksi tetap bertahan dan terus menyuarakan tuntutan mereka.
Baca Juga: Satryo Soemantri Hanya Jabat Mendikti Saintek selama 4 Bulan, Pernah Kena Demo Karyawannya
Para mahasiswa memblokade Jalan Adi Sucipto di depan gedung dewan, menyebabkan arus lalu lintas dialihkan.
Untuk mengamankan aksi ini, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo dikerahkan.
Mereka berjaga dari jalan depan gedung dewan hingga ruang rapat paripurna.
Di tengah orasi-orasi yang menyuarakan penolakan kebijakan pemerintah, para peserta aksi membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan.
Salah satu peserta aksi, Syafaatul Okta, menyampaikan, mahasiswa menyuarakan tujuh tuntutan utama yang dianggap merugikan rakyat.
Salah satunya adalah penolakan kebijakan efisiensi anggaran yang mereka nilai semakin membebani masyarakat.
"Tidak ada kebijakan yang benar-benar menyejahterakan rakyat. Semua hanya merugikan, dan itu tidak bisa dibenarkan," tegasnya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kebijakan lingkungan dan hak masyarakat adat.
Mereka menyoroti eksploitasi sumber daya alam, terutama penggundulan hutan yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Mahasiswa juga menuntut evaluasi program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menurut mereka justru menyebabkan kesulitan ekonomi bagi sebagian masyarakat.
"Kita mahasiswa melihat adik-adik kita mendapatkan makanan (MBG), tetapi keluarga kita sendiri kesulitan. Banyak orang kehilangan pekerjaan, mencari gas sulit, dan dampaknya sangat luas," tandas Syafaatul Okta.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung. Para peserta aksi meminta Ketua DPRD Solo menemui mereka dan mendengarkan keresahan mahasiswa terkait berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. (zia/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono