RADARSOLO.COM-Kepemimpinan Respati Ardi-Astrid Widayani tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Mengawali tugasnya, Respati Ardi bertekad untuk memulai 100 hari kerja pertama dengan turun langsung ke kelurahan-kelurahan di Solo.
Dia akan berkantor di setiap kelurahan untuk merasakan langsung kondisi pelayanan, mendengar keluhan warga, serta mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di lapangan.
"Saya ingin kebijakan yang kami terapkan benar-benar berasal dari bawah, dari aspirasi warga. Ini adalah kesempatan untuk mendengar langsung apa yang mereka butuhkan, melihat langsung kondisi di kelurahan, dan memastikan pelayanan publik berjalan lebih baik," kata Respati Ardi.
Model kepemimpinan yang diusung Respati ini bukan sekadar janji.
Sepanjang masa kampanye, dia sudah terbiasa turun langsung ke masyarakat.
Kini, dengan posisi barunya, ia bertekad untuk memperkuat komunikasi dengan warga untuk menyusun program-program yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Keberhasilan pasangan ini juga terletak pada sinergi mereka yang saling melengkapi.
Astrid, yang sebelumnya aktif di dunia pendidikan, siap memanfaatkan pengalamannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Solo.
Salah satu visi besar yang ia usung adalah menjadikan Solo sebagai Solo The Center of Knowledge—sebuah kota yang tidak hanya fokus pada pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi rujukan utama dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
"Solo akan menjadi pusat pengetahuan, tempat di mana ide-ide baru dan riset-riset dapat berkembang. Kami ingin memperkuat museum, technopark, Islamic Center, dan pusat kebudayaan Jawa di Taman Balekambang. Solo akan menjadi kota rujukan, berbeda dengan Jogjakarta yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar," jelas Astrid.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Pantau Harga dan Stok Komoditas
Tidak hanya di sektor pendidikan, pasangan Respati-Arstrid juga fokus pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan industri kreatif.
Program mereka akan melibatkan akademisi untuk berkolaborasi dengan dunia industri, menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.
“Selain pendidikan, kami juga ingin menciptakan ekosistem yang menghubungkan dunia akademis dengan sektor industri. Misalnya, di Solo Technopark, akan ada rumah siap kerja dan UMKM center yang melibatkan mahasiswa dalam temuan-temuan baru yang dapat diaplikasikan di dunia nyata,” kata Astrid.
Respati Ardi dan Astrid Widayani memiliki latar belakang yang kuat dalam dunia organisasi dan manajerial, yang membuat mereka saling melengkapi. (ves/bun)
Editor : Tri wahyu Cahyono