RADARSOLO.COM — Seleksi untuk kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di RS Kardiologi rampung, dengan munculnya tujuh nama nakes yang siap ditempatkan di rumah sakit yang dibangun dari dana hibah pemerintah UEA tersebut.
Di sisi lain, 10 perawat dijadwalkan ikut pelatihan terlebih dahulu.
“Seleksinya itu terbuka untuk PNS, baik dari Solo maupun luar kota. Kemarin ada 24 yang mendaftar, tapi hanya tujuh yang lolos seleksi. Selain itu ada 10 nakes lainnya yang harus mengikuti pelatihan sesuai kompetensi yang dibutuhkan,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo Dwi Ariyatno (25/2/2025).
Seleksi nakes untuk RS Kardiologi itu terbilang cukup selektif. Masing-masingnya dibutuhkan kompetensi khususnya disesuaikan dengan persyaratan yang diberikan oleh RS Dr Sardjito Yogyakarta selaku pihak yang ditunjuk untuk menjadi pengelola teknis oleh kementerian, sebelum nantinya diserahkan ke Pemkot Solo.
Kompetensi khusus itu diperlukan mengingat RS Kardiologi merupakan rumah sakit rujukan lanjutan dari rumah sakit umum lainnya.
“Tujuh orang yang memenuhi syarat itu terdiri dari dua dokter, satu fisikawan medis, satu radiografer, dan tiga perawat. Mereka ini dari puskesmas dan rumah sakit dari Solo. Kalau 10 orang yang harus ikut pelatihan itu kategorinya perawat semua, ini sedang disiapkan RS Dr Sardjito untuk pelatihannya,” beber Dwi.
Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono membenarkan adanya seleksi nakes untuk ditempatkan di RS Kardiologi itu.
Proses perekrutan untuk nakes tersebut memang dikhususkan untuk nakes yang sudah berpengalaman dan bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga tidak ditujukan untuk nakes dengan status fresh graduate.
“Rekrutmennya untuk yang sudah menjadi ASN. Kalau soft opening-nya kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat,” terang Sekda belum lama ini. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy