RADARSOLO.COM – Pemkot Solo sedang dalam tahap menyeleksi sejumlah pihak swasta yang nantinya akan menjadi rekanan dalam pengelolaan Museum Budaya, Sains dan Teknologi, Bengawan Solo.
Museum yang seluruh pembangunannya dikaver oleh Tahir Foundation ini berada di lahan Pedaringan, Jebres.
“Selepas ini akan ada paparan lebih lanjut dari pihak manajemen yang akan ngurusi. Dari siapa belum tahu, kami baru cari tahu yang profesional di bidangnya. Makanya kita cari partner yang benar-benar kompeten. Referensinya juga dari Tahir Foundation juga tadi agar benar-benar ada referensi yang oke,” papar Wali Kota Solo Respati Ardi
Belum lama ini Respati menggelar pertemuan dengan perwakilan Tahir Foundation perihal persiapan pembukaan Museum Sains dan Teknologi.
Hal ini dilakukan mengingat satu bangunan kubah yang ada di area 5.000 meter persegi itu telah rampung pembangunannya.
Respati mengaku meminta masukan langsung dari Tahir Foundation perihal pihak-pihak yang berkompeten dalam pengelolaan museum berstandar internasional.
“Terkait museum sudah finalisasi, proses untuk segera bisa launching, proses pengiriman barang-barang agar bisa masuk. Sesegera mungkin, tapi kami masih belum bisa kasih informasi. Pak Sekda dan Pedaringan juga sudah melakukan upaya sesegera mungkin agar segera bisa di-launching,” terangnya.
Pemkot Solo juga menyampaikan keinginan agar Museum Sains dan Teknologi itu bisa membuka lapangan pekerjaan untuk warga Solo.
Dengan demikian proses transfer keilmuan dan pengelolaan museum bisa dilakukan dari pihak profesional ke para pegawai museum yang juga merupakan warga Solo sehingga kedepannya lebih siap dalam pengelolaan di kemudian hari.
“Saya ingin juga dari warga solo ada yang kerja di sana juga. Jadi biar ada transfer knowledge, justru dengan dikelola pihak profesional dan melibatkan warga Solo nanti. Jadi warga Solo bisa mengelola itu sendiri,” terangnya.
Sekadar informasi, Museum Sains dan Teknologi merupakan hibah dari Tahir Foundation ke Pemkot Solo pada era pemerintahan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. Pembangunannya dimulai sejak Januari 2023 ditargetkan bisa segera dibuka dalam waktu dekat.
“Progresnya masih berjalan,” ucap Sekretaris Daerah Kota Surakarta beberapa waktu sebelumnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy