Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gawat! TPA Putri Cempo Solo Overload, Kota Solo Terancam Darurat Sampah

Silvester Kurniawan • Senin, 17 Maret 2025 | 02:23 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi tinjau kondisi TPA Putri Cempo. (Humas Pemkot Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi tinjau kondisi TPA Putri Cempo. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Krisis sampah di TPA Putri Cempo semakin memuncak. Kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) terbesar di Solo ini sudah melebihi batas daya tampungnya, sementara solusi pengolahan sampah melalui pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) masih belum berjalan optimal. Butuh solusi konker untuk mengatasi masalah ini agar tidak menjadi ancaman besar bagi Kota Solo.

Setiap harinya, Kota Solo menghasilkan sekitar 300 ton sampah, yang sebagian besar dikirim ke TPA Putri Cempo. Namun, TPA yang telah beroperasi sejak 1985 ini tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita harus mengatasi masalah dari hulu, bukan hanya bergantung pada hilir (TPA)," ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, Minggu (16/3).

Saat ini, area pembuangan di TPA Putri Cempo nyaris penuh, sehingga sebagian sampah harus ditumpuk di lokasi yang sudah tidak ideal. Ancaman pencemaran lingkungan pun semakin nyata, baik dari bau menyengat, rembesan limbah lindi, hingga potensi longsor akibat penumpukan yang tidak terkendali.

Salah satu solusi utama yang diharapkan bisa mengatasi krisis sampah adalah PLTSa Putri Cempo, yang dikelola oleh PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP). Namun, hingga kini, operasionalnya masih jauh dari target.

PLTSa yang seharusnya bisa mengolah 450 ton sampah per hari baru mampu memanfaatkan sebagian kecil dari total sampah yang masuk. Akibatnya, tumpukan sampah di TPA terus bertambah tanpa ada sistem pengolahan yang benar-benar efektif.

"Kami sudah koordinasi dengan SCMPP. Mereka masih meminta waktu untuk optimasi, tapi kita butuh solusi cepat. Overload ini tidak bisa menunggu lebih lama," tegas Respati Ardi.

Menghadapi situasi ini, Pemkot Solo mulai memikirkan pendekatan dari hulu, yakni dengan optimalisasi retribusi sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Dalam rapat koordinasi RPJMD, salah satu opsi yang dibahas adalah peningkatan anggaran untuk pengelolaan sampah dan menerapkan sistem pemilahan lebih ketat sejak di tingkat warga.

"Harus ada kesadaran kolektif. Kalau tidak dimulai dari pemilahan di rumah tangga, sampah akan terus membebani TPA," kata Respati Ardi.

Namun, tanpa solusi cepat dan konkret, krisis sampah di TPA Putri Cempo bisa mencapai titik tidak terkendali. Jika PLTSa tidak bisa berfungsi optimal, dan pengelolaan sampah di masyarakat tidak segera dibenahi, Solo bisa menghadapi darurat lingkungan yang lebih serius dalam waktu dekat. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#overload #tpa putri cempo #darurat #sampah