Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Liburan ke Solo Wajib Mampir Kampung Wisata Batik Kauman, Destinasi Lengkap Ada Batik, Kuliner, Seni dan Tempat Nongkrong Asyik

Silvester Kurniawan • Minggu, 30 Maret 2025 | 13:15 WIB
Suasana Kampung Batik Kauman yang jadi salah satu destinasi wisata kebanggaan di Solo.
Suasana Kampung Batik Kauman yang jadi salah satu destinasi wisata kebanggaan di Solo.

RADARSOLO.COM - Ingin merasakan liburan dengan nuansa budaya, edukasi, dan belanja batik dalam satu tempat? Kampung Wisata Batik Kauman adalah jawabannya.

Berada di jantung Kota Solo, kampung ini menjadi destinasi wajib saat berlibur ke Kota Bengawan, terutama bagi pecinta batik dan suasana kampung Jawa yang khas.

Terletak di sisi barat Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta alias Keraton Solo dan dekat dengan Masjid Agung Solo, lokasi kampung ini sangat strategis.

Akses ke lokasi pun mudah karena berada tepat di tepi Jalan Slamet Riyadi dan dilewati transportasi umum seperti Batik Solo Trans (BST).

“Selain koleksi batiknya yang menarik, lokasi Kampung Wisata Batik Kauman ini sangat strategis. Wisatawan bisa datang naik kendaraan pribadi atau transportasi umum,” ujar Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan.

Suasana hangat khas kampung berpadu dengan aroma kuliner tradisional dan semarak seni lokal hadir setiap Sabtu pagi di Kampung Wisata Batik Kauman, Solo.

Salah satu sudut paling menarik terletak di sekitar Galeri Bersama Batik Kauman, di mana warga terutama para ibu-ibu, menyambut wisatawan dengan senyum ramah dan sajian kuliner rumahan yang autentik.

Mereka tidak sekadar menjajakan makanan, tapi juga merawat tradisi dan memperkuat daya tarik wisata kampung melalui gelaran Pasar Kleman Sabtu Pagi.

Nama "kleman" diambil dari bahasa Jawa yang berarti makanan.

Dan sesuai namanya, pasar ini menyajikan berbagai kudapan hingga makanan berat khas buatan warga lokal.

"Pasar ini buka dari jam 6 sampai jam 10 pagi setiap Sabtu. Yang dijual semua makanan produksi warga sini, dari makanan ringan sampai makanan berat," kata Ati, 60, salah satu penggerak pasar dari warga Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon.

Pasar ini mulai diinisiasi sejak 2015, bersamaan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kampung.

Momentum Sabtu dipilih karena pada hari itu sering digelar pengajian serta menjadi waktu favorit pelancong datang ke Kauman.

“Banyak ibu-ibu yang terlibat. Ada yang jual langsung, ada juga yang titip jualan karena hanya bisa produksi dari rumah,” tambahnya.

Wisatawan dapat menemukan kuliner tradisional seperti cabuk rambak, tahu-tempe bacem, hingga aneka jajanan pasar yang mulai langka di perkotaan.

Selain itu, tersedia pula makanan kering seperti rengginang, keripik pisang, dan ampyang.

Semua ditawarkan dengan harga ramah di kantong, menjadikannya teman sempurna untuk menikmati suasana kampung batik yang kini makin bersolek.

“Dulu ada pelatihan juga, jadi banyak warga bisa ikut bikin produk dan meramaikan wisata kampung,” ujar Laila, 41, warga setempat.

Tidak hanya memanjakan lidah, Kampung Wisata Batik Kauman juga memanjakan mata dan jiwa lewat Kauman Craft, sebuah ajang seni bulanan yang telah rutin digelar sejak akhir 2024.

Event ini menjadi bukti nyata sinergi antara warga dan seniman lokal dalam menghadirkan seni di ruang publik kampung.

Digelar di gang-gang sempit yang disulap menjadi panggung budaya, Kauman Craft menyuguhkan pertunjukan tari, fashion show batik, dan instalasi visual berbasis kearifan lokal.

Kampung yang dahulu hanya dikenal sebagai sentra batik kini menjelma jadi kampung kreatif yang hidup dan berdenyut dengan semangat seni.

"Kauman Craft kami gelar tiap bulan, memanfaatkan potensi budaya dan arsitektur kampung ini. Rencananya Mei akan kami hadirkan Wastra Nusantara Fashion tingkat nasional di sini," ungkap Heru Mataya, pegiat seni dan budaya Kota Solo.

Menurut Heru, konsep wisata berbasis komunitas akan semakin kuat bila dipadukan dengan pertunjukan kreatif yang berpijak pada karakter lokal.

“Sekarang ini justru acara yang menyatu dengan lingkungan dan budaya setempat akan jauh lebih menarik. Harapan saya, destinasi wisata lain juga bisa memaksimalkan potensi mereka dengan kegiatan serupa,” tandasnya.

Dengan kekayaan kuliner, pesona batik, hingga ruang-ruang kreatif yang terus berkembang, Kampung Wisata Batik Kauman kian layak menjadi destinasi wajib saat berkunjung ke Solo. (ves/bun)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#lebaran #liburan #solo #Keraton Solo #kampung wisata batik kauman #kuliner #keraton kasunanan surakarta #batik